Perang Informasi

Rian Nugraha
Chapter #24

BAB 23 - Pahlawan Musuh

Empat hari setelah kekalahan telak Varendra di Fort Suryaksa, Ordelia, dan Bastiron, Varentis, pagi itu dimulai dengan suara yang aneh. Bukan sirine peringatan, bukan pula tembakan, melainkan sorak-sorai dan klakson mobil yang memenuhi jalan-jalan utama.

Ribuan orang turun ke jalan, membawa bendera putih dan foto Presiden Suryan Arka yang dicetak secara mendadak. Mereka bukan demonstran marah seperti minggu-minggu sebelumnya. Mereka tersenyum. Mereka melambai. Mereka bersorak.

Semua layar televisi, radio dan ponsel di Varendra menyiarkan hal yang sama.

Di VaraNews, siaran langsung menampilkan pasukan Sundara memasuki Ordelia dengan formasi rapi. Tank-tank mereka dihiasi bunga dan kain putih. Tentara Sundara tersenyum, membagikan makanan dan air mineral kepada warga setempat yang menyambut mereka dengan tangan terbuka. Anak-anak kecil berlarian mendekat, menerima permen dan stiker bendera Sundara.

Seorang reporter berdiri di tengah kerumunan dengan mikrofon di tangan, suaranya penuh semangat:

“Ini adalah momen bersejarah. Pasukan Sundara datang bukan sebagai penjajah, melainkan sebagai penyelamat. Mereka mengakhiri kekacauan yang diciptakan oleh rezim Viktor Ravendra. Rakyat Ordelia menyambut mereka dengan sukacita.”

Kamera berpindah ke seorang ibu paruh baya yang menangis haru sambil memeluk seorang prajurit Sundara.

“Aku sudah lelah dengan perang,” katanya dengan suara bergetar. “Selama ini kami ditinggalkan. Viktor meninggalkan kami di Bastiron. Sekarang ada harapan baru.”

Di seluruh platform digital, tagar #SundaraPenyelamat dan #PahlawanSundara mendominasi trending nasional dalam hitungan jam. Ribuan komentar membanjiri setiap postingan:

“Akhirnya ada yang datang menyelamatkan kami dari korupsi dan kekacauan Viktor!”

“Aku dulu takut Sundara, tapi lihat sendiri, mereka membawa makanan dan ketertiban. Bukan seperti pemerintah kita sendiri.”

“Viktor penjahat perang! Dia yang memerintahkan serangan ke Fort Suryaksa dan membunuh ribuan orang sia-sia!”

Video Suryan Arka yang sudah dipersiapkan tim Prakarsa beredar luas. Dalam video tersebut, Suryan berdiri di depan bendera Sundara dan Varendra yang berdampingan, suaranya hangat dan penuh wibawa:

Lihat selengkapnya