Perang Informasi

Rian Nugraha
Chapter #26

BAB 25 - Persemakmuran

Pagi setelah kematian Viktor Ravendra, Varentis terbangun dalam keheningan yang aneh.

Matahari baru saja muncul di ufuk timur, menyinari puing-puing demonstrasi malam sebelumnya. Mobil terbakar yang masih mengepul asap, spanduk-spanduk robek dan genangan darah yang mengering di aspal.

Udara masih berbau mesiu dan asap. Namun di sepanjang jalan utama menuju Istana Kepresidenan, ribuan warga sudah berkumpul. Mereka tidak lagi membawa senjata. Mereka membawa bendera putih, bunga, dan ponsel untuk merekam momen bersejarah.

Di balkon utama istana, angin pagi menerpa jas hitam Karvadan yang baru. Di bawahnya, lautan manusia membentang. Kamera televisi nasional dan internasional mengarah ke arahnya. Lampu blitz kamera berkedip tanpa henti, seperti kilat yang tak mau berhenti.

Karvadan melangkah maju ke mikrofon. Wajahnya tenang, suaranya mantap, meski ada sedikit getar yang hanya terdengar oleh orang yang sangat dekat dengannya.

“Warga Varendra yang aku cintai,” katanya, suaranya menggema melalui speaker yang tersebar di seluruh kota. “Malam tadi, sebuah babak gelap dalam sejarah kita telah berakhir. Presiden Viktor Ravendra telah meninggal dunia. Dia gugur di tengah kekacauan yang dia ciptakan sendiri.”

Sorak-sorai pelan mulai terdengar dari kerumunan. Beberapa orang bertepuk tangan.

Karvadan mengangkat tangan, meminta keheningan.

“Sebagai Menteri Keamanan Negara, dengan dukungan penuh dari parlemen sementara dan militer yang tersisa, aku menyatakan diri sebagai Presiden Varendra yang baru. Tugasku adalah membawa negara ini keluar dari jurang kehancuran. Aku berjanji akan mengakhiri korupsi, memulihkan ketertiban dan membawa perdamaian yang sesungguhnya.”

Dia berhenti sejenak, menatap langsung ke kamera utama.

“Hari ini, kita membuka lembaran baru. Bukan lagi perang saudara, bukan lagi kebencian. Melainkan harapan.”

Sorak-sorai meledak. Ribuan orang di jalanan bersorak, berpelukan, menangis haru. Di Ordelia dan Bastiron, layar-layar besar menayangkan pidato yang sama. Rakyat yang kemarin masih ketakutan kini tersenyum. Anak-anak melambai bendera kecil. Ibu-ibu menangis sambil memeluk anak mereka.

Tagar #KarvadanPresiden dan #HarapanBaruVarendra langsung menduduki puncak trending di seluruh platform.

***

Lihat selengkapnya