Perang Informasi

Rian Nugraha
Chapter #27

Epilog

Tiga tahun kemudian.

Neurovia telah berubah. Kota yang dulu penuh monitor dan kegelapan kini terang benderang dengan gedung-gedung baru dan iklan-iklan besar Persemakmuran Sundara-Varendra.

Bendera kesatuan berkibar di mana-mana. Orang-orang berjalan dengan langkah lebih cepat, senyum lebih lebar, seolah masa lalu yang kelam hanyalah mimpi buruk yang sudah dilupakan.

Di sebuah kafe kecil di pinggir kota, Prakarsa duduk sendirian di meja pojok. Dia memegang secangkir kopi yang sudah dingin, matanya menatap layar televisi di dinding.

Siaran berita menampilkan Suryan Arka yang sedang meresmikan monumen raksasa Persatuan Abadi. Di sampingnya berdiri Karvadan, Wakil Presiden yang setia. Keduanya tersenyum ke kamera. Rakyat bertepuk tangan meriah.

Prakarsa tersenyum tipis. Senyum yang pahit.

Raven sudah keluar dari dunia ini tiga bulan lalu. Dia memilih hidup tenang di pegunungan. Kael menghilang tanpa jejak. Lyra bekerja sebagai konsultan untuk perusahaan swasta. Dia tak pernah mau membahas masa lalu. Hanya Prakarsa yang masih terjebak di dunia informasi sebagai seorang wartawan.

Lihat selengkapnya