PERANG SUDAH BERAKHIR

DENI WIJAYA
Chapter #7

REHABILITASI #7

Tok… tok… tok.. !!!

“Bram, buka! Bram, tolong buka pintunya!“ teriak Pak Firman.

“Sayang…. ! Tolong buka dong pintunya! Kamu baik-baik saja kan… ?“ kata Bu Maria cemas.

“Bram, buka pintu!“ teriak Pak Firman lagi semakin khawatir.

Tok… tok.. tok! (suara pintu diketuk berulang-ulang dan keras).

Sayup-sayup, dari luar pintu kamar, Bramasta masih bisa mendengar mama dan papanya yang terus mengetuk-ngetuk pintu dan berteriak dengan cemas. Dia mendengar mereka meminta bantuan pada Pak Bambang untuk mendobrak pintu kamarku.

“Pak Bambang, coba bapak dobrak aja pintunya! Ayo pak..cepat!” perintah Pak Firman.

Tidak... ma, pa.. kalian jangan masuk... aku tidak ingin kalian menangisi anak kalian yang bodoh ini... !” ucap Bramasta lirih sambil berurai air mata.

Untuk sesaat Bramasta mulai merasakan kedua matanya mulai meredup, perlahan tertutup dan dia tidak tahu lagi apa yang terjadi setelah itu. Dalam sisa kesadarannya, dua merasa dirinya telah mati?

“Ya, baguslah! Rencanaku berhasil!” ucapnya dalam hati.

Namun Tuhan berkehendak lain, harapannya ternyata tidak terkabul. Untunglah Pak Firman segera membawa Bramasta ke rumah sakit tepat waktu sehingga dia berhasil diselamatkan. Bram sempat koma selama satu bulan. Mereka tampak terpukul dengan kejadian ini. Mereka menangis begitu mendapati Bram tersadar dari koma.

******

Malam itu di rumah sakit, dr. Bobby memeriksa kondisi Bramasta setelah tersadar dari komanya. Pengalamannya sebagai conselor profesional yang menangani para pecandu narkoba, dr. Bobby mengharuskan Bramasta untuk menjalani rehabilitasi.

"Apakah kalian orang tua Bram? " tanya dr. Bobby.

"Benar, dok!" sahut Pak Firman.

"Pak, kondisi fisik Bram sudah sedikit membaik dan masih harus menjalani perawatan untuk memulihkan kesehatannya. Untuk selanjutnya saya sarankan Bram menjalani rehabilitasi untuk memulihkan kondisi psikologisnya. Insyaallah dengan perawatan teratur, kondisi Bram akan lebih baik. Dan saya yakin Bram akan mampu terlepas dari barang-barang haram tersebut," saran dr. Bobby kepada Pak Firman dan Bu Maria.

Lihat selengkapnya