Perempuan Beraroma Lemon

Sugianes
Chapter #11

11. Cut Here!

"Sena, tugas kelompok nih, kayaknya kamu belum dapet kelompok kan? Mau bikin kelompok bareng nggak?"

Kris mengetikkan pesan WhatsApp itu di tengah keriuhan ruang kelas. Di sekelilingnya, mahasiswa lain sedang sibuk bernegosiasi, saling tarik-menarik teman untuk menyusun kubu kelompok masing-masing. Suasana terasa cukup hiruk-pikuk dengan suara geseran kursi dan obrolan teknis tugas.

Melihat Andi berjalan melewati mejanya, Kris mendongak. "Hey, Andi. Udah dapet kelompok nggak? Mau bareng sama Sena?"

Andi menghentikan langkahnya, tampak ragu sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ia melirik ke arah Nova—pacarnya—yang sudah berkumpul dengan gerombolannya di sudut lain. "Errr, mau sihhh, tapi ini si nyonyah ngajakin gabung ke kelompok temen-temennya doi," jawabnya sambil menunjuk-nunjuk ke arah Nova.

"Hadehhh, oke berdua sama Sena doang ini berarti," keluh Kris.

"Sorry yak, ajakin anak-anak yang lain coba," sahut Andi sambil berlalu.

Tak lama, ponsel Kris bergetar di atas meja. Sebuah notifikasi WhatsApp muncul dari Sena.

Sena: Eh, Tadi si Erika sama Jo ngajakin sih, tapi kubilang kayaknya aku males ngerjain tugas dulu xD 

Kris: Errr, tapi tadi kata Pak Holden ini tugas buat tiket UAS loh, yakin kamu Sen?

Kris memastikan dengan dahi sedikit berkerut. 

Sena: WHAAAA-?? Eh jangan donggg, tunggu tunggu aku coba tanya Erika lagi.

Jirrr, kalau Sena join sama Erika dan kawan-kawan, alamat cuman aku doang ini yang nggak punya kelompok, batin Kris cemas sembari menggaruk pipinya dengan satu jari. Ia menunggu balasan dengan sedikit tidak tenang.

Sena: Udah penuhhh katanya T_T

Sena: Aku ikut kelompokmu aja Kriiis.

Kris spontan tersenyum lebar. Yesss! Pikirnya lega. Namun sedetik kemudian, ia teringat sesuatu dan kembali mengernyit.

Kris: Err, aku juga belum ada kelompok si, kayaknya sisa kita berdua doang ini, nggak papa?

Sena: Nggak papa lah, yang penting bisa kelar nugas xD

Kris: Kamu nggak ngampus?

Sena: Besok kayaknya, ntar kabar-kabarin aja yak.

Kris: Okay, besok aja kita bahas di kampus ya tugasnya. Makasih Sena :)

***

Keesokan harinya, Sena menepati janjinya. Ia muncul di kelas dengan aura wajah yang jauh lebih segar, memancarkan sedikit keceriaan khasnya yang sempat hilang.

"Hoooiii, Kris! Gimana-gimana??" sapanya ceria sambil menarik kursi di samping Kris dan langsung duduk dengan santai.

Aroma harum yang khas mendadak menusuk indra penciuman Kris saat Sena mendekat. Eh? Bau Menthol ya ini kayaknya, batin Kris menerka-nerka.

"Nihh, mauuu?" Sena menyodorkan sebatang cokelat. "Bentar aku patahin dulu." Dengan lincah, jemarinya mematahkan dua balok kecil cokelat dan memberikannya pada Kris.

"Eh, katanya kalau punya sakit asam lambung jangan banyak-banyak makan cokelat dulu kan?? Nggak papa kamu makan ginian??" tanya Kris khawatir, meski tangannya tetap menerima cokelat itu dan memasukkannya ke mulut.

"Ah, nggak papaaa, penyakit jangan dimanjain sih," sahut Sena enteng sebelum menggigit bagian cokelatnya sendiri.

"Nahh, gini. Kemarin sih katanya si Reza pengen ikutan kelompok kita juga. Tapi sampai sekarang ini anak nggak keliatan, jarang masuk dia soalnya," jelas Kris sambil menunjukkan selembar kertas penuh corat-coret materi kelompok kepada Sena.

Kris membetulkan posisi kacamatanya yang sedikit melorot. "Jadiii, kita bikin makalah lagi nih, materinya nggak terlalu sulit sih, tapi buanyakkkk."

Sena mengambil kertas itu, matanya menyisir tulisan Kris dari baris paling atas. "Tulisanmu rapi juga," komentarnya sambil menatap Kris lalu tertawa renyah. "Okay, kayaknya gampang sihh, tapi di mana kita ngerjainnya inii?"

"Naah itu juga, dimana yaa? Di rumahmu? Apa kos ku? Bebas sih. Atau mau di kafe-kafe gitu??"

"Jangan di kafe dehh, susah nggak bisa sambil rebahan. Hahaha~" Sena menggeleng. "Tapii, kayaknya jangan di rumahku juga, aku bosen di rumah terus beberapa hari ini, kos mu aja gimana??"

Lihat selengkapnya