"Wahhh~ Bintangnya keliatan jelas banget, cantik~ Di kota mana ketemu pemandangan kayak gini." Ujar Sena dengan nada kagum, kepalanya menengadah menatap hamparan berlian di langit malam yang pekat.
Sementara itu, terdengar bunyi mendesis yang menggugah selera dari potongan daging sapi yang bertemu dengan panasnya alat pemanggang di atas kompor portable. Doni tampak sibuk menyiapkan beberapa botol minuman dan sumpit untuk alat makan mereka berdua nantinya. Dari arah tenda di sebelah mereka, sayup-sayup terdengar alunan suara gitar yang dipetik lembut, diiringi dengan suara perempuan yang bernyanyi syahdu, menambah suasana magis di pinggir pantai itu.
"Nggak mau ajakin mereka, Don? Kok kayaknya mereka nggak makan dari tadi. Hihi." Ucap Sena melirik ke arah tenda tetangga.
"Mau? Lagian kita juga kayaknya kebanyakan deh ini beli dagingnya." Doni pun beranjak, kemudian mendatangi sepasang anak muda yang usianya terlihat sedikit lebih muda dari mereka.
"Hai, sorry ganggu, mau ikut join kita nggak? Kita lagi barbecue-an nih." Tawar Doni ramah.
Si pemuda yang sedang memegang gitar menghentikan genjrengannya. Ia dan perempuan di sampingnya saling tatap sejenak, seakan saling bertanya melalui mata untuk memutuskan. Setelah beberapa saat, keduanya mengangguk setuju dengan senyum lebar.
"Hai, kenalin kak, aku Dita, ini pacarku Toni." Ujar si perempuan menjulurkan tangan ke Doni dan Sena bergantian saat mereka sudah berkumpul di depan tenda Doni.
"Toni? Lah ini pacarku namanya Doni, cuman beda satu huruf, hahaha~ Oh iya, aku Sena btw." Sena menyambut hangat kedatangan mereka, keceriaannya langsung mencairkan suasana. "Yuk sini jangan sungkan, enakan makan langsung dari panggangannya loh!" Tambahnya sambil menyodorkan sumpit ke arah Dita.
"Makasih kak Sena!" Ujar Dita antusias. "Eh, kalian kuliah di mana??"
"Loh, kalian kuliah juga? Kirain masih pada sekolah." Doni menimpali sambil membalik potongan daging.
"Hahaha, keliatan masih kayak anak sekolahan ya?" Toni tertawa lepas. Toni dan Dita memang memiliki perawakan yang membuat mereka terlihat lebih muda; bertubuh langsing ideal dan tidak jauh lebih tinggi dari Sena yang mungil. Wajah mereka pun tipe baby face, ditambah gaya rambut yang sangat berkiblat pada style idol K-Pop yang sedang tren.
"Aku sih di jurusan psikologi, kalau Doni jurusan hukum." Ujar Sena memperkenalkan diri dan pasangannya.
"Wahhh, pacaran beda kampus? Keren~" Dita berucap kagum sambil meniup-niup daging panas yang ia jepit dengan sumpit. "Kalau kami sih sama-sama ngambil jurusan kesehatan di satu kampus."
"Eh, kami nggak bisa nyumbang makanan apa-apa kecuali ini nih, nggak papa kan?" Tanya Toni sambil menunjukkan empat botol minuman beralkohol di tangannya.
"Wahh? Itu soju?? Mauuu, dari dulu penasaran banget sama rasanya." Ujar Sena semangat, ia segera mengambil satu botol dari tangan Toni yang kemudian disusul oleh Doni dan Dita. "Kalau kurang masih ada tuh di tenda." Tambah Dita sambil terkekeh.