“Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang), melainkan dengan izin Allah. Dan sesiapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar). Dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu....”
(QS. At Taghabun: 11)
Pulau Timur, 26 Desember 2004
Entah semacam isyarat atau apa, pesawat Pemimpin Utama dan ajudannya sempat menukik sampai dua meter di atas permukaan laut. Pesawat itu sempat oleng, tetapi kemudian kembali mengudara.
Malam hari, acara peringatan Natal yang sudah lama dipersiapkan sebelumnya berlangsung lebih cepat daripada yang seharusnya. Pemimpin Utama menyampaikan pidato yang akhirnya dipersingkat, lalu meminta hadirin mengheningkan cipta dan berdoa untuk saudara-saudara di Pulau Barat. Raut muka Pemimpin Utama kelihatan frustrasi. Terdapat semacam information blackout yang menyelimuti daerah itu. Disebabkan sistem komunikasi di Pulau Barat lumpuh total.
Sebetulnya, selentingan kabar mengenai Pulau Barat sudah ramai diperbincangkan semenjak pagi hari. Salah seorang protokoler Istana melaporkan kejadian gempa di Pulau Barat saat dia sedang mengadakan acara di kawasan Pulau Timur. Awalnya, anggota staf Pemimpin Utama menganggap gempa di Pulau Barat tidak seserius gempa di Pulau Timur beberapa waktu sebelumnya. Hanya saja, kontak komunikasi dari pejabat Pasukan Gabungan tidak memuaskan, sehingga mengindikasikan ada kejadian serius yang bisa menjadi krisis nasional.
Pemimpin Utama meminta Sekretaris Militer mengatur penerbangan dari Pulau Timur ke Pulau Barat. Esoknya, Pemimpin Utama me1numpang kapal kecil yang disiapkan protokoler Istana. Jarak yang jauh mengharuskan pesawat itu transit di beberapa pulau kecil, untuk mengisi bahan bakar. Tengah malam, kapal kecil itu tiba di bandara Pulau Barat.
Kabarnya, keadaan semakin memburuk. Laporan angka kematian berubah-ubah setiap menitnya. Satu jam di bandara, semua pejabat tinggi negara yang baru datang malam itu baru sadar bahwa kejadian itu adalah malapetaka yang mahadahsyat.
“Segera lakukan tanggap darurat. Utamakan penyelamatan jiwa penduduk, perawatan korban, evakuasi SAR, dan bantuan pangan. Hubungi para menteri,” Pemimpin Utama memberi instruksi.