MALAM menggantung tembaga. Mata Seli tertuju pada ruang makan rumahnya. Dia berjalan mendekati Ito yang sudah duduk di ruang makan.
“Kau habis dari mana?” Seli bertanya sambil ikut duduk di atas meja makan bersama Ito, sang suami. Matanya menyorotkan kecurigaan. Beberapa minggu terakhir, Seli merasa ada yang tidak beres dengan Ito. Suaminya itu sering ke luar rumah seorang diri tanpa mengajaknya lagi seperti yang sudah-sudah. Dan ketika Seli menanyakan hal tersebut, Ito hanya menjawab seadanya. Untuk mencari angin saja katanya.
“Cari angin.” Setelah menjawab, Ito beranjak dari tempat duduknya. Berdiri. Mencoba menghindari Seli seperti kemarin-kemarin.