HIDUP adalah perjalanan yang dilalui manusia menuju tempat yang disebut kematian. Ali mulai mengerti sedikit demi sedikit mengenai hal itu setelah ibunya meninggal. Waktu itu, tidak lama dari Romlah menghadap Sang Pemilik Bumi, setelah para tetangga kembali ke masing-masing rumahnya, Ali dan Rusli berada pada perdebatan yang begitu memanas.
Rusli mengata-ngatai Ali sebagai penyebab kematian ibunya. Ali tidak tahu mengapa Rusli bisa berpikir demikian, padahal seperti yang dikatakan Mala di hadapan kedua saudara itu bahwa manusia memang akan berpulang sewaktu-waktu. Manusia hanya menunggu jadwalnya masing-masing sampai napas tidak lagi bisa berembus. Tapi, lagi-lagi amarah Rusli masih bergejolak hingga menyalahkan Ali terus menerus adalah jalan yang dia pilih untuk meredakan rasa kehilangannya ditinggal sang ibu.
Setelah mendapat perlakuan yang tidak baik dari Rusli, ingin sekali Ali mendapat jawaban mengapa dia disebut menjadi alasan kematian ibunya. Dia dirundung kemungkinan-kemungkinan yang belum tentu benar. Barulah beberapa hari kemudian setelah dia memberanikan diri untuk menemui Rusli tidak lama sebelum kakaknya itu memilih pergi meninggalkan rumah, meninggalkan orang-orang yang ada di dalamnya. Tidak peduli jawaban Rusli akan menyakitinya, Ali benar-benar hanya ingin tahu mengapa Rusli mengatainya demikian.
Rusli bilang, seandainya Romlah tidak bertemu dengan Bachtiar, barangkali ibunya itu masih kuat bekerja, masih sehat, dan masih semangat untuk mengurus Rusli dan Mala. Kehadiran Seli masih bisa diterima oleh Rusli, tetapi ketika dia tahu bahwa ibunya itu kembali hamil di usianya yang sudah tidak lagi muda, Rusli benar-benar membenci kehamilan tersebut. Terdengar konyol memang, tapi begitulah yang ada di benak Rusli. Sudah lama lelaki bermata elang itu memendam semuanya, tapi dia tidak mau memberitahu siapa pun karena masih menghargai keberadaan Romlah. Namun, setelah ibunya itu meninggal, tidak ada lagi yang perlu dia jaga perasaannya. Toh, Bachtiar pun sudah berubah menjadi sosok yang tidak seperti dulu lagi ketika Romlah masih hidup di dunia. Rusli dipenuhi kekecewaan yang tidak bisa lagi dia tahan. Dan keluar dari rumah adalah salah satu cara agar amarahnya tidak sampai menyakiti orang yang ada di rumah tersebut. Rusli membenci keluarganya itu!
Setelah mengetahui alasan Rusli membencinya, Ali tidak lagi mau berdialog dengan kakaknya itu. Baginya, tidak masalah jika Rusli membenci dirinya. Tidak mengapa juga kalau kakaknya itu seperti tidak pernah menganggapnya ada. Dia tidak mau peduli soal itu. Ali hanya mau fokus pada keberadaan Mala saja di keluarganya. Tidak dengan yang lain.