PEREMPUAN YANG MEMATIKAN CAHAYANYA

Lilian Arisianti
Chapter #2

Dunia yang Masih Dimiliki Nino

Siang di kota selalu terasa lebih bising. Matahari sudah bergelantungan ketika Stela akhirnya berhasil keluar dari apartemennya. Ia mendorong stroller kecil melewati lobby gedung yang dipenuhi dengan orang-orang yang datang dan pergi dengan langkah tergesa-gesa. Sebagaian dari mereka mengenakan pakaian kerja rapi , memegang ponsel di telingga, atau menatap layar laptop sambil berjalan. Stela sempat memperhatikan mereka beberapa detik sebelum melangkah keluar menju jalan raya. 

Udara kota terasa hangat dan penuh dengan suara. Klakson mobil terdengar dari segalah arah, bercampur dengan suara mesin kendaraan yang bergerak pelan di tengah kemacetan. Rachel duduk di stroller sambil memegang boneka kecilnya dan melihat sekeliling dengan rasa ingin tahu yang besar, seolah kota ini adalah taman bermain yang luas. 

"Kita naik taksi ya," kata Stela sambil menundukan wajahnya agar sejajar dengan Rachel. 

Rachel mengangguk tanpa benar-benar peduli. Ia lebih sibuk memperhatikan kendaraan yang berhenti di lampu merah. 

Perjalanan menuju kafe tempat teman-temannya berkumpul memakan waktu hampir tiga puluh menit. Jalanan penuh, seperti biasa. Ketika taksi berhenti di depan sebuah kafe bergaya modern dengan jendela kaca besar, Ia mengeluarkan stroller dari bagasi, memastikan Rachel duduk dengan nyaman lalu masuk ke dalam. 

Kafe itu dipenuhi aroma kopi dan suara obrolan yang bercampur dengan musik lembut. Di salah satu meja dekat jendela, dua perempuan sudah melambai kepadanya.

"Stela!" Salah satu dari mereka memanggil.

Stela tersenyum dan berjalan mendekat. 

"Maaf ya telat," katanya sambil memarkir stroller di samping kursi. 

"Tidak apa-apa," kata Dina sembari menatap Rachel dengan senyum lebar. "Rachel sudah besar sekarang."

Rachel tersenyum malu dan memeluk bonekanya.

"Dia lucu sekali," Mira menyauti.

Stela duduk di kursinya sambil membuka tas kecil yang selalu ia bawa kemanapun. Di dalamnya ada botol minum Rachel, dan beberapa benda lain yang selalu ia anggap perlu.

Obrolan mereka dimulai dengan ringan. Mereka membicarakan cuaca yang akhir-akhir ini terlihat jauh lebih panas, restoran baru yang sedang ramai dibicarakan, dan film yang baru saja tayang dibioskop.

Namun tidak lama kemudian topik pembicaraan berubah. 

"Proyek kantor minggu ini benar-benar gila," kata Mira sambil menghela napas. "Aku hampir tidak tidur dua hari."

Dina tertawa kecil. "Setidaknya kamu masih banyak proyek, kantorku malah banyak pengangguran sekarang."

Stela tersenyum sambil mendengarkan. Ia tidak banyak bercerita. Rachel mulai gelisah di kursinya dan Stela harus menunduk untuk membuka kotak cemilan kecil.

"Rachel mau biskuit?" Ia mengangguk. 

Ketika ia kembali mengangkat kepalanya, obrolan teman-temannya sudah berlanjut ke topik lain. Mereka membicarakan rencana perjalanan ke Bali untuk akhir tahun. 

"Stela, kamu ikut kan?" Tanya Dina tiba-tiba. 

Stela terdiam beberapa detik. 

Lihat selengkapnya