PEREMPUAN YANG MEMATIKAN CAHAYANYA

Lilian Arisianti
Chapter #4

Waktu yang Tidak Lagi Sama

Pagi di apartemen dimulai seperti biasanya. Stela lebih dulu bangun ketika langit masih berselimut embun dan kokok ayam yang perlahan membangunkan kota. Ia berjalan pelan ke dapur agar tidak membangunkan Rachel, lalu menyalakan lampu kecil di atas meja makan. Cahaya kuning lembut menerangi ruangan yang masih setengah gelap. 

Ia mulai menyiapkan sarapan. Roti dipanggang di toaster, telur digoreng diwajan kecil, dan susu hangat dituangkan ke dalam gelas plastik milik Rachel. Semua gerakan itu hampir dilakukan tanpa berpikir, sebagaimana rutinitas yang tertanam di alam bawa sadarnya.

Beberapa menit kemudian suara pintu kamar terdengar. Nino keluar sambil merapikan rambutnya. 

"Pagi," katanya singkat.

"Pagi," jawab Stela sembari membalik telur di wajan.

Nino mengambil gelas kopi yang sudah disiapkan di meja. Ia menyesap kopi sambil sesekali mengintip layar ponselnya. 

"Meeting pagi ini jam delapan," katanya.

"Sepertinya harus berangkat lebih cepat." Nino menambahkan.

Stela mengangguk.

"Rachel masih tidur."

Nino menatap pintu kamar Rachel yang masih tertutup.

"Kasihan juga dia. Jarang sekali ketemu aku pagi-pagi."

Stela tersenyum kecil. Ia tidak tahu harus menjawab apa.

Beberapa menit kemudian Nino sudah mengenakan sepatu di dekat pintu. 

"Kalau aku pulang cepat nanti kita makan di luar saja," katanya.

Stela tahu jika kalimat itu sering muncul tanpa benar-benar menjadi rencana. Namun ia tetap mengangguk.

"Iya."

Nino mencium keningnya sebentar sebelum ia membuka pintu.

"Jaga Rachel ya."

Pintu tertutup.

Dan apartemen kembali tenang.

Tidak lama kemudian Rachel keluar dari kamar dengan mata setengah terbuka.

"Ma..."

Stela menoleh.

"Pagi, sayangku."

Rachel memeluk Stela dengan wajah yang masih mengantuk.

"Papa dimana?"

Lihat selengkapnya