PEREMPUAN YANG MEMATIKAN CAHAYANYA

Lilian Arisianti
Chapter #7

Waktu yang Hampir Miliknya

Pagi itu terasa sedikit berbeda bagi Stela, meskipun ia tidak langsung tahu apa yang membuatnya berbeda. Kota masih sama; ramai, berisik, dan tidak pernah benar-benar berhenti. Namun ada sesuatu dalam dirinya yang terasa seperti dorongan kecil yang sudah lama tertahan. 

Rachel sedang duduk di lantai ruang tamu, menyusun balok-balok warna-warni dengan wajah serius. Sesekali ia berbicara sendiri, seolah balok-balok itu adalah karakter dalam cerita yang hanya ia pahami.

Stela memperhatikannya. 

Ponsenya bergetar. 

Pesan dari Maya, salah satu teman lamanya.

"Stel, siang ini kita mau ngopi sebentar di kafe deket kantor dulu. Apakah kamu bisa datang?"

Stela membaca pesan itu dua kali. 

Sudah lama sekali ia tidak benar-benar pergi ke luar hanya untuk bertemu teman. Biasanya jika ia bertemu mereka, Rachel selalu ikut. Obrolan sering terpotong karena Rachel ingin makan, ingin turun dari kursi, atau tiba-tiba bosan. 

Ia membalas pesan itu ragu. 

"Jam berapa?"

Beberapa detik kemudian balasan muncul. 

"Jam dua, sebentar saja kok."

Stela melihat jam di dinding. 

Masih pukul sembilan pagi. 

Ia memikirkan sesuatu yang belum pernah benar-benar ia lakukan sebelumnya yaitu pergi sendirian. 

Rachel menumpuk satu balok lagi di menaranya. 

"Ma lihat! Tinggi!"

Stela tersenyum.

"Iya, tinggi sekali."

Namun pikirannya masih berada pada pesan di ponselnya. 

Siang itu Nino pulang sedikit lebih cepat dari biasanya karena ia harus kembali ke kantor setelah makan siang. Ketika ia masuk ke apartemen, Stela sedang menyiapkan makanan di meja. 

"Wih, ada banyak makanan. Mau ada acara apa ini?" Kata Nino sembari melepas tas kerjanya. 

Stela menarik napas kecil sebelum menjawab, "Siang ini aku mau ketemu Maya sebentar."

Nino mengangguk santai. 

"Oh ya? Bagus juga."

Ragu-ragu Stela melanjutkan kalimatnya. 

"Aku mau pergi sendiri."

Nino meletakkan sendoknya, ia sedikit terkejut. 

"Maksudnya?"

Lihat selengkapnya