PEREMPUAN YANG MEMATIKAN CAHAYANYA

Lilian Arisianti
Chapter #8

Hal Kecil yang Terlewat

Sore itu hujan turun tiba-tiba. Langit kota yang sejak siang berwarna pucat berubah menjadi kelabu, dan dalam beberapa menit saja air sudah menguyur ibu kota.

Rachel berdiri di dekat jendela sembari menempelkan telapak tangannya ke kaca. 

"Ma, hujan."

Stela mengangguk sambil melipat pakaian yang baru saja ia angkat dari jemuran. Di dalam apartemennya Stela memiliki ruangan tersendiri untuk menjemur pakaian sehingga jemurannya tidak menghalangi nilai estetika dari gedung apartemen miliknya. 

"Iya."

Rachel memperhatikan tetesan air yang mengalir turun di kaca seperti anak kecil yang sedang menonton sesuatu yang sangat menarik.

"Kenapa harus ada hujan?" Tanyanya tiba-tiba. 

Stela tersenyum kecil. 

"Supaya pohon-pohon bisa minum."

Rachel terlihat puas dengan jawaban itu. 

Ia kembali menempelkan wajahnya ke kaca. 

Di luar sana, kendaraan bergerak lebih pelan dari biasanya. Lampu-lampu mobil menyala lebih terang karena hujan.

Stela memperhatikan pemandangan itu sebentar sebelum kembali melipat pakaian. 

Rutinitas kecil itu terasa seperti alur yang tidak pernah benar-benar berubah.

Beberapa menit kemudian ponselnya berbunyi. 

Ada pesan dari teman-temannya. 

Maya mengirim foto dari sebuah kafe yang cukup ramai. Di meja terlihat empat cangkir kopi dan beberapa potong kue. 

"Harusnya kamu ikut tadi," tulis Maya. 

Stela menatap foto itu beberapa detik. 

Ia bisa membayangkan suasana di sana, tawa ringan, obrolan yang berpindah dari satu topik ke topik yang lain, dan waktu yang terasa berjalan lebih cepat .

"Next time ya."

Kalimat sederhana yang biasa ia tulis. 

Rachel tiba-tiba berlari ke arahnya.

"Ma, kelinci Rachel hilang!"

Stela menoleh. 

"Di mana tadi?"

"Di sofa!"

Mereka berdua mulai mencari di sekitar ruang tamu. Tidak butuh waktu lama sampai Stela menemukan boneka itu terselip di antara bantal. 

"Ini dia."

Rachel langsung memeluknya dengan lega.

"Makasih Ma."

Stela mengusap rambutnya.

"Disimpan yang benar ya."

Hujan masih turun ketika malam mulai datang. Lampu-lampu gedung menyala satu per satu seperti bintang yang muncul dari balik awan. 

Lihat selengkapnya