"Ting" Lif berhenti di lantai dasar. Ketika pintu terbuka, Stela melangkah keluar dengan perasaan yang sulit di jelaskan.
Udara sore kota menyentuh wajahnya dengan sedikit hangat. Jalanan masih cukup ramai, terlihat orang-orang berjalan cepat dengan tas kerja di bahu mereka, beberapa anak muda tertawa di depan minimarket, dan suara kendaraan bercampur dengan musik dari toko-toko kecil di sepanjang trotoar.
Sudah lama sekali Stela tidak berada di tengah keramaian seperti ini sendirian.
Biasanya jika ia keluar, Rachel berada di sampingnya, menarik tanganya, meminta sesuatu, atau bertanya banyak hal tentang dunia di sekelilingnya.
Sekarang tangannya kosong.
Bukan lagi sepi.
Lebih seperti ringan.
Ia berjalan menuju komunitas kecil yang disebut Lina kemarin. Tempatnya tidak terlalu jauh dari apartemen, hanya sepuluh menit berjalan kaki melewati dua blok gedung dan sebuah taman kota kecil.
Gedungnya sederhana, seperti rumah tua yang diubah menjadi ruang komunitas. Di dalamnya ada beberapa ruangan kecil dengan meja dan kursi kayu.
Ketika Stela masuk, beberap orang sudah duduk di dalam ruangan.
Sebagai besar perempuan.
Beberapa terlihat seumuran dengannya, beberapa lebih muda.
Seseorang perempuan dengan rambut pendek menyapanya.
"Kelas menulis?"
Stela mengangguk.
"Iya."
"Silahkan duduk di mana saja."
Stela memilih kursi di dekat jendela.
Di meja sudah ada kertas kosong dan pulpen.
Hal sederhana itu tiba-tiba membuat jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.
Sudah lama sekali ia tidak menulis sesuatu hanya untuk dirinya sendri.
Sementara itu, di apartemen lantai dua belas, suasana yang berbeda sedang terjadi.
Rachel berdiri di depan telivisi sambil memegang remote.
"Papa, mau Bing!"
Nino mengambil remote itu dan mencoba mencari saluran yang biasa Rachel tonton.
"Yang mana ya?"
Rachel menunjuk layar.
"Itu!"
Setelah beberapa menit akhirnya acara tv itu menyala.
Rachel kemudian duduk di lantai dengan tenang.
Nino menghela napas kecil.
"Berhasil!"
Namun ketenangan itu tidak berlansung lama.
Sepuluh menit kemudian Rachel berdiri lagi.
"Papa, lapar."