PEREMPUAN YANG MEMATIKAN CAHAYANYA

Lilian Arisianti
Chapter #13

Yang Tidak Pernah Siap

Sabtu itu datang lagi. 

Sejak pagi ia sudah menghitung waktu. Bukan karena terburu-buru, tapi karena untuk pertama kali dalam hidupnya, ia memiliki sesuatu yang ia tunggu. Sesuatu yang bukan tentang rumah, bukan tentang Nino, dan bukan tentang Rachel. 

Tapi tentang dirinya. 

Rachel sedang bermain di lantai dan Nino duduk di sofa dengan wajah yang tegang. Ponselnya terus berbunyi sejak pagi.

"Ada apa?" Tanya Stela. 

Nino menghela napas. 

"Klien marah. Proyek kemarin ada revisi besar."

Stela diam. 

Ia sudah tahu arah pembicaraan ini akan kemana.

Dan benar saja-

"Sore ini aku mungkin harus ke kantor," lanjut Nino.

Kalimat itu jatuh pelan, tapi cukup untuk membuat sesuatu di dalam diri Stela ikut terbanting bersamanya. 

"Jam berapa?" Suara Stela tetap tenang. 

"Sekitar jam tiga."

Jam tiga. 

Kelas Stela jam empat. 

Satu jam sebelum ia pergi. 

Seharusnya cukup. 

Seharusnya. 

"Tapi kan sebentar?" Tanya Stela, kali ini sedikit lebih hati-hati. 

Nino menggeleng kecil. 

"Tidak tahu. Bisa sampai malam."

Sunyi. 

Rachel masih tertawa sendirian di lantai. 

Seolah dunia mereka tidak sedang berubah. 

Stela menatap meja makan. 

Lalu berkata pelan, "Aku ada kelas hari ini."

Nino terdiam sebentar, seperti baru mengingat. 

"Oh iya."

Ia mengusap wajahnya. 

"Gimana ya.."

Kalimat itu menggantung. 

Dan justru itu yang paling menyakitkan.

Bukan penolakan. 

Bukan larangan. 

Tapi ketidakpastian. 

"Aku baru ikut dua kali, Nino," suara Stela mulai berubah. Masih lembut, tapi ada sesuatu yang tertahan. "Aku tidak mau berhenti sekarang."

Nino menatapnya. 

"Aku juga tidak mau ke kantor hari ini, Stel. Tapi ini penting."

Stela mengangguk. 

Ia tahu 

Ia selalu tahu.

Lihat selengkapnya