PEREMPUAN YANG MEMATIKAN CAHAYANYA

Lilian Arisianti
Chapter #15

Jarak yang Tidak Terlihat

Setelah malam itu, tidak ada yang benar-benar berubah. 

Tidak ada pembicaraan lanjutan. Tidak ada keputusan besar. Tidak ada permintaan maaf yang diperpanjang atau penjelasan untuk berusaha memperbaiki semuanya. Pagi tetap datang seperti biasa dan membawa rutinitas yang sama.

Namun justru di dalam "ketidakapa-apaan" itu, sesuatu perlahan berubah. 

Stela tidak lagi banyak bicara. 

Bukan karena ia marah. 

Tapi karena ia mulai lelah menjelaskan sesuatu yang bahkan ia sendiri baru benar-benar pahami. 

Pagi itu, ia berdiri di dapur seperti biasanya, menyiapkan sarapan, telur di wajan, roti di toaster, dan susu hangat untu Rachel. 

Di belakangnya, Nino sedang mengenakan jam tangannya.

"Aku berangkat lebih pagi hari ini," katanya. 

"Iya," jawab Stela singkat. 

Tidak ada yang aneh dari percakapan itu. 

Namun tidak ada juga yang hangat. 

Nino sempat menatapnya beberapa detik, seolah ingin mengatakan sesuatu. Tapi akhirnya ia hanya mengambil tasnya dan berjalan ke pintu. 

"Jaga Rachel ya."

"Iya."

Pintu tertutup. 

Dan seperti hari-hari sebelumnya, suara itu menandai dimulainya dunia kecil Stela yang berputar di tempat yang sama. 

Rachel duduk di kursi makan sambil memainkan sendoknya. 

"Ma, Papa kerja lagi ya?"

"Iya."

Rachel mengangguk kecil, lalu kembali makan. 

Anak itu tidak tahu apa yang sedang berubah. 

Atau mungkin ia merasakannya, tetapi belum punya kata-kata untuk menjelaskannya. 

Hari itu berjalan seperti biasa, tetapi bagi Stela, semuanya terasa sedikit lebih sunyi. 

Ia tetap menemani Rachel bermain, tetap tertawa ketika anak itu melakukan hal-hal lucu, tetap memeluknya ketika ia lelah. Tidak ada yang berkurang dari perannya sebagai ibu. 

Namun ada satu hal yang berbeda. Ia tidak lagi mencoba mencari ruang untuk dirinya. 

Ia tidak membuka kembaali catatan tulisannya. 

Ia tidak membaca pesan dari kelas menulisnya. 

Seolah-olah ia sedang menarik dirinya kembali pelan-pelan ke tempat yang dulu pernah ia tinggalkan. 

Lihat selengkapnya