Perempuan yang Memilih Bertahan

Dara Kirana
Chapter #3

Bab 3 MPASI

Besok paginya, mungkin karena terlalu bersemangat, Mas Jonas yang membuatkan menu MPASI pertama itu. Ia menghaluskan nasi, daging ayam, menambahkan minyak kelapa, lalu memberi sedikit perasan ASI. Ia mengatakan itu menu saran dokter yang ia cari dari internet.


Tetapi, aku tidak yakin Ali mau memakannya. Aku sebagai orang dewasa saja rasanya tidak berselera melihatnya, apalagi menunya tidak diberi rasa.


“Kasih garam sedikit biar ada rasanya,” kataku.


“Kata dokter makanan bayi nggak perlu dikasih garam,” sahutnya sambil mengaduk-aduk menu buatannya yang jumlahnya cukup banyak itu.


“Tapi, kalau nanti Ali nggak mau?”


“Mau, mau,” katanya mencoba meyakinkan.


Setelah selesai, Mas Jonas menyuruhku memberikannya kepada Ali. Dan benar saja, suapan pertama langsung dilepehkan. Setelah itu, Ali tak mau lagi. Mulutnya tertutup rapat dan kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri, menghindari sendok.


Aku menghela napas berat. Kemarin kulihat bayi ini lahap makan dengan sayur bening katuk. Tapi hari ini? Rasanya masalah baru mulai datang.


“Ali nggak mau,” kataku.


“Coba lagi, jangan berhenti. Siapa tahu Ali mau nanti.”


Perasaanku mulai tidak enak. Kepalaku mulai terasa berat. Aku mencobanya lagi, memaksa Ali memakan menu itu, tetapi ia tetap menolak. Bahkan, ia mulai merengek, hampir menangis.


“Suapin dikit-dikit aja, yang penting masuk.” Kepalaku rasanya mau pecah. Ingin sekali aku membenturkan kepala ini ke kusen pintu.


Lihat selengkapnya