Perempuan yang Memilih Bertahan

Dara Kirana
Chapter #5

Bab 5 Kamu Nggak Kreatif!

“Nggak boleh main HP. Nggak bagus buat bayi,” kataku.


“Ali mau makan?”


“Nggak ….”


“Kasih! Kasih! Daripada nangis!”desaknya dengan nada membentak.


Aku pun dengan berat hati memutar kembali kartun favorit Ali. Ali kembali makan. Mas Jonas melanjutkan tidurnya, sebab pukul sembilan nanti ia harus pergi bekerja.


hari-hari berlalu, Ali masih cukup sulit untuk makan dan porsinya pun sedikit. Mas Jonas mencoba membelikan mi goreng instan. Ia membuatnya sendiri, lalu menyuapkannya kepada Ali. Ali menyantapnya dengan lahap hingga habis tak tersisa.


Mas Jonas senang melihat anaknya makan lahap, tidak seperti ketika makan makanan buatanku yang penuh drama.


Aku pikir, sesekali tak apa, apalagi ini baru pertama kali. Jujur, dalam hati aku pun ikut senang melihatnya.


Ternyata, tak sampai di situ. Mas Jonas juga mulai membelikan makanan-makanan ringan seperti ciki dan cokelat, yang akhirnya menjadi favorit Ali. Kemudian merambah ke teh kotak yang juga menjadi minuman favoritnya.


Semakin lama, Mas Jonas semakin sering membelikan mie instan jika Ali tidak mau makan makanan buatanku. Ditambah sekotak teh botol, cukup membuat Ali kenyang.


Apalagi kalau Ali sedang demam dan tidak mau makan nasi sama sekali. Mie instan dan sekotak besar teh botol sudah seperti obat wajib baginya.


Aku mulai khawatir melihatnya. Sependek pengetahuanku, mi instan tidak baik untuk anak kecil, apalagi jika cukup sering.

Satu hari itu Ali benar-benar tidak mau memakan makanan buatanku sejak pagi. 


Lihat selengkapnya