Perempuan yang Memilih Bertahan

Dara Kirana
Chapter #19

Bab 19 Memilih Diriku Sendiri

Perasaanku terasa hampa, jiwaku melayang entah ke mana. Meski aku masih berada di rumah ini, kembali menjalani peran ini, tetapi jiwaku tak  ada di sini.


Mas Jonas sudah berubah menjadi lebih baik, tetapi bunga-bunga yang dulu bermekaran, kini telah mati bak tersiram racun. Apa pun yang dilakukannya untuk menumbuhkan kembali perasaanku seperti dulu, aku tetap tak tersentuh. Getaran dalam dada yang dulu berirama, kini entah ke mana.


Dalam kesendirianku, terkadang aku mengutuk kebodohanku waktu di kampung. Kenapa mulut ini mendadak bisu? Mengapa otak ini mendadak seperti kehilangan ingatan?

Semuanya mengalir begitu saja tanpa sempat aku bersuara, dan akhirnya aku kembali lagi ke tempat ini.


Suatu hari, keluargaku pindah ke kota. Aku senang mendengarnya. Adikku yang mengurusi semuanya, aku tak terlibat sama sekali.


Aku mulai sering main ke rumah ibuku, apalagi kalau habis mengantar Ali terapi. Kebetulan, jarak klinik tempat Ali terapi ke rumah ibuku lebih dekat dibandingkan ke rumahku sendiri.


Setelah mengantar kami ke rumah ibuku, Mas Jonas pergi ke tempat kerjanya. Sore harinya, ia akan menjemput kami untuk pulang.


Perasaanku belum kunjung membaik, masih melayang-layang entah ke mana. Segalanya campur aduk di kepala, membuat dada terasa sesak. 


Pelan-pelan, aku memberanikan diri untuk bercerita kepada ibuku. Aku tak tahan lagi memendam semuanya sendiri, walaupun hal itu sudah berlalu. Setidaknya, aku tak menceritakannya kepada sembarang orang yang berpotensi menjadikannya aib. Ia ibuku, dan aku percaya padanya.


Ibuku terkejut mendengarnya. Ia tak menyangka suamiku bisa sejahat itu, katanya. Ia sampai menggeleng-gelengkan kepala.

Sudut mataku terasa panas, tetapi air mata itu tidak tumpah.


Entah karena aku sedih atau lega karena akhirnya aku bisa mengeluarkan sesuatu yang selama ini mengganjal di hatiku.


“Kenapa nggak bilang pas di kampung? Kalau bapak tahu, bapak pasti akan marah dan menarikmu kembali,” katanya.


Lihat selengkapnya