"MAIRAA" teriak rasyid memanggil nama sang anak.
"Bener bener yaa nih anak, kalo udah dikamar pasti lupa sama apapun, dipanggilin juga gak denger" omel rasyid
"Sabar yah" ujar andini kepada sang suami
"QUEENZA MAIRA ARRASYID" teriak rasyid memanggil maira
"Ayah.." gumamm maira
Maira yang mendengarkan suara panggilan sang ayah pun bergegas beranjak untuk menemui nya, pasalnya jika ayahnya sudah memanggil nama lengkap nya, sudah dipastikan ayah nya marah dengan nya.
"Ayah manggil maira?" Tanya maira setelah sudah berada dihadapan sang ayah
"Iyah,dari tadi kamu ayah panggilan gak denger denger,ngapain aja sih kamu, telponan sama pacar begajulan kamu itu"
"E e enggak kok yah" sahut maira
Mampus nih kalo ayah tau gue lagi telponan sama Danil.
Kira kira begitulah batin maira. Ya,Danil adalah pacar maira, tetapi orang tua maira tidak pernah setuju dengan hubungan mereka. Dan Rasyid tidak pernah suka jika anaknya berpacaran.
"Yaudah ayo makan malam dulu, sekalian ada yang mau ayah omongin sama kamu" ucap rasyid
"Ayo nak makan,ini mama udah masak makanan kesukaan kamu" sahut Andini
"Aaaa makasii mama sayangggg"
Setelah itu mereka melanjutkan makan malam nya, tidak ada pembicaraan, hanya suara dentuman piring yang berlaga dengan sendok.
"Ayah mau ngomong apa" tanya maira.
Mereka telah menyelesaikan makan malam nya