Dikontrakan sederhana ini, yang hanya memiliki satu kamar,serta seluruh dinding nya dipadukan dengan warna dinding ivory yang menambah kesan sederhana.
Tidak terlalu banyak barang, hanya ada satu kursi plastik dengan satu meja.
Ya,disini Shaka tinggal.
Semenjak ia bekerja dengan rasyid, ia memilih untuk mencari kontrakan untuk tempat ia tinggal.
"Alhamdulillah" ucap Shaka setelah menyelesaikan sarapan nya.
Ia pun beranjak ke dapur untuk mencuci piring yang ia pakai untuk sarapan tadi.
Setelah ia sudah menyelesaikan semua nya, ia pun bergegas untuk berangkat kerja.
Jarak dari kontrakan nya ke kediaman Rasyid tidak terlalu jauh, hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit.
Shaka pun pergi dengan menggunakan sepeda motor yang bermerk beat itu.
Motor tersebut ia dapat dari hasil bekerja dengan rasyid, ya walaupun hanya motor seken, tapi Shaka sudah bersyukur.
•••
"Maira bangun,sarapan dulu yuk" ujar andini membangunkan sang anak
Kain tebal berwarna pink disertai dengan corak bunga itu masih setia menutupi sebagian tubuh maira seolah memberi kehangatan untuk tuan nya.
"Hmm Iyah mah" gumamm maira
"Yaudah, mama tinggal yaa,habis itu kamu mandi terus sarapan"
Andini pun meninggalkan ruangan yang bernuansa pink itu. Sebelum Andini keluar, Andini membuka kain yang menghalangi cahaya kuning itu untuk masuk.
Semburat cahaya kuning serta hangatnya menusuk mata maira, dan itu membuat sang empu bangun.
Diruang makan, sudah ada Rasyid dan Andini, mereka akan sarapan bersama.
"Mana maira nya mah" tanya Rasyid kepada sang istri
"Masih tidur anaknya yah, tapi udah mama bangunin kok"
"Kebiasaan tuh anak, disuruh kuliah gak mau, kerja juga gak mau, keluyuran terus tiap harinya" omel rasyid
Bagaimana tidak kesal, tamat sekolah disuruh kuliah tidak mau, padahal Rasyid mampu untuk itu. Bekerja juga tidak mau, setiap harinya hanya keluar gak jelas .
"Udah yah jangan ngomel ngomel, masih pagi" sahut Andini
Andini pun mengambil kan sarapan untuk suaminya, menu sarapan mereka kali ini nasi goreng udang.
"Assalamualaikum pak,buk"