"Gimana hubungan lo sama cewe Lo nil " tanya aksa—teman Danil
"Yaa gitu,masih kayak biasa " sahut pria berjaket kulit hitam—danil
Danil berkunjung ke rumah teman nya yang tak lain adalah Aksa, Danil memang sudah sangat sering bermain kerumah teman nya yang satu ini.
Mereka sekarang berada di dalam kamar Aksa, dengan Danil yang duduk di salah satu sofa kamar Aksa sambil menghisap nikotin di mulutnya. Dan Aksa yang berada di kasur nya dengan badan yang setengah duduk.
"Kata lo cewe lo si maira itu mau di jodohin,jadi gimana? Diterima dia enggak" tanya Aksa sambil memainkan handphone nya
Danil yang masih setia menghisap nikotin tersebut menjawab—
"Dia nya sih gamau,tapi orang tua nya tetap maksa buat maira menerima perjodohan itu" ujar danil sambil melihat kearah jendela kamar Aksa
Aksa pun meletakkan handphone nya di sebelah nya, ia mulai melihat ke arah teman nya—danil
"Ajak kawin lari aja" ucap Aksa ngasal
"Boleh juga ide lo,kok gue gak kepikiran yaa" sahut danil dengan senyum liciknya
"Tapi biarin aja orang tua nya ngejodohin cewe Lo itu" lanjut Aksa sambil mengambil satu nikotin di meja kecil samping kasurnya
"Maksud Lo" tanya Danil heran dengan menaikkan satu alisnya
Bagaimana tidak? Teman nya ini memberikan ide kalau mengajak maira kawin lari, tapi membiarkan perjodohan tetap berjalan? why?
"Gini gini, biarin aja cewe Lo dijodohin, dan gue yakin juga cewe lo gak mungkin dengan mudah nya menolak permintaan orang tua nya kan, nahh dihari pernikahan mereka nanti,lo cari cara buat ngajak maira kabur dan Lo ajak dia untuk kawin lari,biar menantang sedikit" jelas Aksa
"Boleh juga tuh "
•••
Di sebuah rumah, ada sepasang suami istri yang sedang menikmati malam hari nya dengan ditemani suara tv yang menggema—rasyid dan andini
Dihadapan mereka terdapat dua cangkir teh hangat dan sepiring cemilan untuk mereka nikmati, Andini menikmati siaran yang ada di dalam tv tersebut, tapi tidak dengan rasyid yang asyik membaca majalah yang sedang ia pegang sekarang.
Pria dengan kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya dengan santai nya membaca nya majalah tanpa sedikit pun ada rasa keganggu dengan suara tv yang ada di hadapan nya.
"Bikkk" panggil Rasyid kepada pembantu dirumah nya ini
Dari arah dapur, seorang wanita yang diperkiran berusia 59 itu sedikit berlari dari arah dapur menuju ruang tv
"Iyah pak ada apa" tanya bik Surti dengan sedikit menundukkan kepala nya
Rasyid pun langsung meletakkan majalah yang ia baca dan kembali melihat ke arah bik Surti
"Saya minta tolong panggilin maira sebentar yaa bik" perintah Rasyid sopan
"Baik pak"
Bik Surti pun langsung meninggalkan kedua orang tersebut dan berjalan kearah kamar anak dari majikan nya ini.