Blurb
"Alhamdulillah ...," ucapan syukur menggema memenuhi ruang rawatku. Aku bisa melihat ayah, penyihir itu, dokter dan juga beberapa perawat berdiri di samping tempat tidurku.
Aku tak bisa merasakan gerakan kakiku, beratnya, bobotnya, semua terasa begitu kaku. Apakah aku harus bersyukur ketika kelopak mataku kembali membuka?
Lalu, tunggu . . . ibu? Bukannya baru saja kami saling menggenggam?!