Perbuatan Baik & Perbuatan Jahat
"Tidak semudah itu Pak Hasan mundur dan meninggalkan komitmen ini! Sudah berapa banyak uang yang Pak Hasan terima!" menahan meradang marahnya Arfan kesal mengambil dokumen dari atas meja dan sengaja di lempar. "Brug" hanya di lirik saja dokumen terlegetak di atas meja, segera Pak Hasan merapihkan dokumen makin tersirat rasa ketakutan dan bersalahnya.
"Tidak selamanya niat baik itu akan membuat kita hidup bahagia, Pak Hasan. Akan tetapi malahan kebalikannya, niat jahat yang sudah terlanjur kita berdua lakuin, akan berbuat manis bila Pak Hasan bisa merayu Firdaus untuk membujuk Amaknya agar segera menjual perkebunan kopi itu!" terduduk lagi sinis makin bingung Pak Hasan, kenapa sejak dari tadi dirinya terus di brondong kesalahan makin membuat dirinya terbelengu kesalahan yang tidak akan pernah termaafkan dan makin penuh kubangan dosa.
"Saya hanya mau Pak Hasan segera membujuk Firdaus! Hanya itu saja'kan, tidak terlalu berat'kan?! Ingat rencana Pak Hasan memperkerja'kan Firdaus di Yayasan ini? Bukan hanya untuk mengajar murid-murid Yayasan Nur Islami, yang saat ini masih mendapatkan subsisi dari Bu Erin!" kesal beranjak bangun Arfan langsung buka pintu dan berjalan keluar.
"Brak" pintu sengaja di tutup kencang sekali dari luar oleh Arfan. Hanya terdiam langkah berat makin bertambah dosa dan bersalah Pak Hasan terduduk perhatikan sekitar ruangan kerjanya seraya tahu dan mendengarnya rencana jahatnya itu.
Ternyata sejak dari tadi Tidar mendengar apa yang di bicarakan Pak Hasan dan Arfan, ketika dirinya akan berjalan lewat depan ruangan pintunya tertutup. "Gua harap, gua salah dengar" guman dalam hatinya Tidar cepat keluar dari balik sisi sudut kanan dinding luar ruangan Pak Hasan. Perlahan langkahnya mendekati jendela, terlihat dari dalam kaca jendela wajah terbalut hijab hitam Tidar mengintip Pak Hasan masih terduduk diam, raut wajahnya makin terbungkus rasa berdosa.