Perjaka Magrib ~Novel~

Herman Siem
Chapter #21

Part #21

Berharap Tidak Pasti

Soleha dan Tidar keluar dari dalam Masjid, pandangan Soleha berharap bila Firadus masih menunggu dirinya. Tapi harapan Soleha hanya di jawab sepi dengan selasar halaman Masjid bercampur gelapnya malam. Sontak tanpa komando Soleha, Tidar berlari mengejar samar-samar bayangan dua orang berjalan di depan pintu gerbang Masjid.

"Topik ... Firdaus ..." teriak mengejar Tidar. Terhenti langkah Topik dan Firdaus segera berbalik sudah berdiri Tidar langsung tarik Topik bingung ikuti Tidar. Dari tengah selasar halaman Masjid berdiri Soleha hanya tersenyum perhatikan Firdaus membalasnya dengan senyuman anggukan wajahnya.

"Besok jangan sampai ngak datang, kasih tahu Firdaus" sekilas samar mendengar Firdaus perhatikan kasak-kusuk bisikan suara pelan Tidar kearah kuping kanan Topik hanya diam mengangguk saja sambil melirik Firdaus terpancing penasaran ingin tahu. Makin di gelayuti rasa ingin tahunya Firdaus akan mendekati Topik.

"Pasti besok jadi" sengaja Topik makin bikin penasaran Firdaus makin berusaha ingin tahu saat Tidar kembali lagi mendekati Soleha tersenyum perhatikan raut wajah kebingungan Firdaus.

"Apaan, Pik? Loe kok main rahasiaan sama gua? Pasti ada yang ngak beres nih?" "Udeh loe diam aja. Besok aja loe tahunya" makin ingin tahunya Firdaus berusaha mengoreknya dari Topik malahan tidak memberitahukan Firdaus semakin bingung dan ingin tahu, apa yang sedang di rahasiakan mereka bertiga dari dirinya.

Hanya tersenyuman dan canda tawa Soleha dan Tidar madih di depan Masjid, tentu makin inginnya tahunya Firdaus ada apa sebenarnya, tetap saja Topik juga malahan bikin Firdaus makin penasaran saat dirinya bertanya tapi hanya sengaja di cuekin. "Hayoo, Fir pulang aja" makin bingung dan ingin tahunya Firdaus hanya ikuti saja apa kata Topik berjalan duluan.

Ternyata yang semalam diam-diam di bicarakan Tidar dan Topik, mereka berdua punya rencana jitu untuk mendekatkan dan menambah akrap Soleha dan Firdaus. Yang barangkali saja pertemuan mereka berdua di Pantai Air Manis menjadikan mereka semakin intens buat berhubungan selanjutnya. Dan tentunya bagi Firdaus akan semakin dekat kemungkinan akan menembak hatinya Soleha.

Deburan ombak kecil Pantai Air Manis sungguh memanjakan dua mata dan hati, siang itu langit beratap sangat cerah sekali, walau sedikit sinar terik matahari menyengat. Seakan dua kaki tidak akan kuat menahan lama untuk tidak bermain deburan air ombak sedang surut dan merasakan halus deburan pasir pantai saat terbawa naik dan terseret turun ombak landai.

Pantai Air Manis, tidak jauh letaknya sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Padang. Beratap langit cerah siang itu, makin tersentuh hati ikut terharu ketika melihat bongkahan batu dan serpihan pecahan puing kapal. Pastinya sangat bikin hati tersenuh saat melihat sebongkah batu seperti orang sedang bersujud di tepian Pantai Air Manis, sangat jelas terlihat ketika air ombak sedang surut.

Lihat selengkapnya