Permintaan Cinta Tidak Menjamin
Deburan riak gelombang ombak semakin mengajak bercanda menerpa dua pasang kaki lincah melompat-melompat menghindar dari terjangan riak gelombang air, akhirnya terkena juga basahi dua kakinya. Makin tersirat penuh kebahagian dua pasang tangan makin terus tidak ingin melepaskan, seraya makin tulus tersirat cinta dari dua tatapan pasang mata saling menatap.
Walau dua pasang kakinya makin terhempas riak gelombang ombak, tapi rasanya masa bodoh dua pasang kaki berdiri saling berhadapan berpijak di atas pasir putih pantai. Seperti ada bisikan dari dalam suara hati mereka berdua, ingin mengatakan cinta tapi hanya terumbar senyuman keraguan mengunci dua pasang bibir semakin berhadapan.
"Anton ..." sontak terkejut teriak manja hampir terjatuh karena hempasan riak gelombang ombak kencang menerjang sepasang kaki Erin setengah dress putihnya basah. Refleks cepat tangan kiri Anton meraih tangan kanan Erin tidak jadi terjatuh, bila terjatuh pastinya seluruh tubuh Erin basah. Kaca hitamnya terlepas dari dua mata Erin sesaat menatap wajah tampan Anton begitu sendu penuh bermakkna ketulusan cinta. Perlahan terjangan telapak tangan kanan hangat penuh sentuhan halus cinta akan mendarat di pipi Erin, tetap tangan kirinya Anton menahan bahunya Erin agar tidak terjatuh.
Belum sempat tangan kanan Anton akan mendarat menyapu sembab basah wajah Erin karena riak air gelombang ombak, sontak matanya terkejut melirik Firdaus sudah berdiri di belakang Anton tidak sadar bila sang pemilik hatinya Erin ada di belakangnya. Butanya sentuhan halus telapak tangan kanan Anton seakan tidak peduli telah mendarat dengan halus menyeka wajah Erin semakin takut hatinya terbalut dosa dan cemburu, namun smepat di rasakan Erin sentuhan belaian hangat telapak tangan kanan haslusnya Anton sesaat.
"Rin?" bingung Anton saat tangannya segera di hentakan Erin membiarkan kaca mata hitamnya terinjak kakinya saat mengejar Firdaus. "Firdaus ..." teriak memanggil Erin seraya hanya ingin memastikan dan menjelaskan. Tapi tidak pada Soleha seakan dua kuping dan matanya terjaga sekarang, bila hatinya makin terkoyak hancur menatap Erin terus mengejar Firdaus terus menghindar.
Bak dirinya terhempas gelombang riak ganasnya gelombang air ombak pasang besar, makin menghempas tiada arah kemana saat ini Soleha akan memastikan cintanya lagi. Dirinya baru tahu, bila benar hati Firdaus tertutup, tertutup karena ketidak tahuan Soleha selama ini. Bila ternyata selama ini Firdaus menggantung cintanya, karena ada gadis yang telah menyintanya.
Sesaat Anton hanya diam melirik dua mata Soleha mulai tidak terbendung akan hujaman kesedihan yang semakin terpancing menjadikan dua matanya berkaca-kaca merona memerah. Soleha lalu berlari berusaha meninggalkan rasa sakit hatinya dengan apa yang di lihatnya, semakin terlihat bekas pijakan kesedihan dua derap langkah kakinya tertinggal di tumpukan pasir putih.
Dari kejauhan Tidar dan Topik melihatnya. "Soleha ...?" teriak kompak Tidar dan Topik berlari mengejar Soleha makin cepat larinya. "Soleha ..." teriak memanggil penuh kecemasan Tidar terus di kejar Topik makin tahu ada kesedihan yang di alami Soleha siang itu.
"Benar! Benar'kan firasatku selama ini?! Bukan hanya 7 hari itu saja firasat mengatakan, bila kamu dekat dengan anak Boss kamu itu!" tuding makin meluapkan emosinya Firdaus tidak mau lagi menatap wajah Erin semakin mengakui penuh dusta.