Sudah Terlanjur Tidak Sejalan
"Dengar'kan aku dulu, Fir" "Pergi kamu!" berusaha Erin akan menjelaskan, tapi Firdaus makin sewot mengusirnya Erin semakin ingin menjelaskan, tapi semakin meradang marahnya Firdaus. Arfan cepat turuni undakan anak tangga. "Sudah terlanjur sakit hati ini, Rin. Sepanjang hari aku berusaha untuk meredam rasa keegoisanku ini, dengan sikapmu yang seenaknya seelalu mencampakan kesetiaanku ini. Kau malahan melukai menusuk hatiku, yang seharusnya kamu sehati dengan ketulusan cinta ini. Tapi nyata, sungguh benar jawaban akan kerisauanku selama ini, bila cinta kita memang sehati tapi tak sejalan lagi!" tidak mau beranjak jalan Erin hanya diam mendengar luapan kemarahan penuh emosi Firdaus.
Rasanya semakin hancur terhimpit reruntuhan tembok kesedihan, bila tidak akan pernah ada kesempatan penjelasan alibi yang akan di katakan Erin sebagai pembelaannya. Hanya terdiam seperti patung batu berusia ratusan tahun terpedam dalam tanah. Hanya berdiri di samping Amak Upit, rasanya Erin semakin tersudut dan makin bersalah.
"Gara-gara kamu! Jadi berantakan semuanya!" kesal Erin turuni undakan anak tangga sambil memarahi Arfan cepatmasukan tas koper kedalam mobil. Arfan hanya diam sesaat melirik Amak Upit masih berdiri di teras beranda depan rumah panggungnya. "Loh kalian ada di sini?" makin ikut bingung saat Topik datang cepat turun dari motornya. "Loe'kan?" sekilas Topik tatap wajah sedih bercampur kemarahan tertahan di raut wajahnya Erin ikut melirik Topik cepat naiki undakan anak tangga.
"Mak, Firdaus ada? Kok cuman diam, Mak? Firdaus mana? Kenapa ngak datang ngajar lagi hari ini? Lagian murid-muridnya pada nanyain sama saya. Terus juga Soleha nanyain sama saya juga, kenapa Firdaus ngak ngajar lagi hari ini?" berondongan pertanyaan terus terucap dari mulut Topik yang ngak capek-capeknya bertanya di mana Firdaus pada Amak Upit kayaknya kewalahan buat menjawabnya.
"Fir ... Firdaus ... Loe di tanyain sama murid-murid loe ... Terus Soleha juga nanyain loe tuh ... Kayaknya Soleha kangen sama loe ..." kayak nyindir teriakan panggilan Topik tersenyum sinis kearah Erin sontak termakan rasa cemburu cepat naik mobil. "Bu? Tungguin saya ..." kesal Erin kemudian setir mobil cepat sampai-sampai Arfan bingung berteriak kalang kabut karena di tinggalnya.