Perjaka Magrib ~Novel~

Herman Siem
Chapter #29

Part #29

Selama Ini Memendam Cinta

"Ya, gua ngak bisa maksa loe, Fir. Gua tahu loe marah dan kecewa sama Pak Hasan. Gua juga baru tahu kenapa loe ngak mau datang ngajar lagi. Semua itu hak loe, Fir. Tapi paling tidak ada naluri loe sebagai seorang Guru, di mana loe harus dengarin teriakan kehausan ilmu murid-murid loe, yang ngarepin bangat loe bisa datang ngajar lagi" tidak bisa berbuat banyak Topik terlebih memaksa Firdaus, yang sudah kadung kecewa sama Pak Hasan.

"Kasih gua waktu untuk berpikir, Pik. Tetap walau gimana juga, gua ngak mau nyia-nyiain segala daya upaya pengorban Amak gua selama ini. Amak gua udah berjuang dan berkorban banyak, agar bisa wujudin cita-cita gua, sejak dari kecil pengen bangat jadi seorang Guru. Saatnya nanti, gua pasti akan memberikan melepaskan dahaga haus buat murid-murid gua. Gua mau bangat, agar murid-murid gua bisa menyerap ilmu gua untuk menjadikan mereka semuanya, menjadi manusia berguna bagi Nusa Bangsa ini" beranjak jalan keluar Firdaus, dua matanya masih memandang lereng perbukitan hijau beratap langit cerah terlihat dari kejauhan.

"Ya udah kalau gitu, gua balik kesekolah lagi deh" tidak jadi kaki kanan Topik akan turuni undakan anak tangga kedua. "Pik?" terucap pelan panggil dari dari mulut Firdaus, sontak Topik perlahan berbalik berdiri berhadapan Firdaus. "Salam buat Soleha" hanya tersenyum saja Topik bergegas turuni undakan anak tangga dan cepat naik motor berjalan tinggalkan kesendirian Firdaus masih berdiri di atas balkon teras depan beranda rumah.

"Selama ini gua sebenarnya telah memendam cinta gua sama, Soleha" guman tersenyum menatap langit makin cerah dengan awan putihnya bergulir seraya menggoda nakal teriknya sinar matahari yang makin terik.

Pandangan kagum tersirat di dua mata Erin ketika dirinya berdiri menatap indahnya bentuk Rumah Gadang, sempat tertera di balik uang koin Rp. 100 rupiah keluaran Bank Indonesia pada tahun 1970-an. Rumah Gadang mempunyai tipe arsitektur yang serba inspiratif dan unik, bagi yang melihatnya tentu akan di buat takjub. Hunian Rumah Gadang di bangun tinggi, atau berpanggung berfungsi untuk menghindari dari hewan liar.

Lihat selengkapnya