Perjaka Magrib ~Novel~

Herman Siem
Chapter #32

Part #32

Dua Pertemuan Pembuka Perasaan 1

Flash Back

"Tapi kamu boleh pegang janji ini, Fir. Aku akan selalu ingin sehati dan sejalan dengan kamu" tatapan ketulusan terumbar di dua pasang mata Erin dan Firdaus, sambil dua tangan mereka saling menggenggam erat. Mereka berdua berdiri di samping mobil, sepagi itu mereka meluapkan perasaannya tanpa pedulikan sekitarnya hanya melihat tersenyum.

Diam-diam lirikan mata kiri Erin menyolong kearah sela jendela lantai 3, perkantoran Erin bekerja. Sedikit tirai jendelanya terbuka mengintip Anton dari balik jendela, ada rasa cemburu tertahan tersirat di raut wajahnya melihat janji ketulusan terumbar Erin dan Firdaus. "Aku juga mau cinta kita tetap sehati dan sejalan, Rin" perlahan dua tangan yang tadinya saling berggengaman erat kini perlahan di lepaskan setelah terikat saling berjanji.

Firdaus terpaksa sudah 7 hari dirinya tidak mengajar, dirinya tidak memberikan alasan pada pihak sekolah, kenapa dirinya tidak datang mengajar. Yang ada dalam pikiran dan benak Firdaus, hanya ingin dirinya selalu ada dan setia pada Erin. Sampai-sampai dirinya tidak pedulikan perjuangan dan pengorbanan Amaknya di kampung, yang mana telah berjuang telah menjadikan cita-citanya menjadi Guru sudah terwujud. Tapi karena demi cintanya dengan Erin, sampai Firdaus seakan mengabaikan semua itu.

Lihat selengkapnya