Manimang & Batimbang Tando
"Saya terima sebagai simbol tandanya pengikat perjanjian perjodohan ini" terucap manis dari bibir Amak Upit terlihat cantik sekali dengan busana Khas Minang yang di pakainya. Setelah dua tangan Amak Upit menerima tongkat tua dan peci dari keluarganya Abah Sundu. Dan Amak Upit membalasnya dengan memberikan bunga tangan seperangkat perhiasan lengkap miliknya pada Amak Nadia, adiknya Abah Sundu. Kerabat dan kelurga begitu tampak sumringah, mereka kesemuanya mengenakan pakaian adat Khas Minang. Para wanita sudah menikah mengenakan pakain adat Khas Minang, Limpapeh Rumah Nan Gadang.
Sedangkan para lelakinya, memakai Baju Penghulu yang di kenakan Abah Sundu tampak antusias sekali sambil menahan sedihnya bila sebentar lagi Soleha, anaknya akan segera menikah. Lalu Amak Nadia, di temani Ninik dan Mamak serta sesepuh keluarga Firdaus dan Soleha saling berumbuk membicarakan kapan hari dan tanggal pernikahan mereka. Tentunya para kerabat dua keluarga berdatangan dengan membawa sirih pinang lengkap di susun dalam carano, tas anyaman daun pandan.