Perjaka Magrib ~Novel~

Herman Siem
Chapter #38

Part #38

Sekarang Bahagia Kumiliki

Makin kental budaya trasidi penyambutan kedatangan Firdaus kerumah Soleha dengan penyambutannya sangat meriah di sertai bunyi-bunyian musik tradisional berasal dari Talempong. Tampak kesemuanya berwajah sumringah mengenakan pakaian adat Khas Minang. Dengan ramahnya keluarag Soleha menyambut kedatangan Firdaus dan Amak Upit serta keluarganya.

Lalu para sesepuh berpakaian Penghulu serba hitam menaburi Firdaus dengan beras kuning, sebelum memasuki pintu rumah. Kemudian kaki Firadus di perciki air sebagai lambang mensucikan diri, lalu Firdaus berjalan menapaki kain putih menuju ketempat berlangsungnya acara akad nikah.

Bergaya Khas Minang, ruangan tengah rumah Soleha di sulap, bak tampak kerajaan Minagkabau hampir semua berornamen kuning keemasan. Topik dan Tidar terharu dengan dua sahabat mereka sebentar lagi akan segera menjadi pasangan suami istri. "Loe mau'kan habis ini?" senggol tangan kanan Topik sebagai isyarat pertanyaan pada Tidar hanya tersenyum malu, tahu apa yang di tanyakan Topik.

"Mau?" jawab Tidar tersenyum mengangguk malu, tandanya Tidar mau segera di lamar Topik. Sesaat diam Tidar, tandanya dirinya sedih. Karena dirinya hanya hidup sebatang kara. Pastinya siapa yang akan melamar dirinya untuk Topik.

Lihat selengkapnya