Buah Cinta
Satu Tahun Telah Berlalu
"Oweee ... owee ..." suara tangisan bayi terdengar dari dalam kamar. "Sabda, kamu udah ngak sabaran ya menunggu, Abahmu pulang dari mengajar? Sebentar lagi Abahmu pulang" penuh kasih sayang dan kelembutan barapa kali ciuman hangat bibir Soleha, kini telah menjadi Amak mendarat di kening bayi buah cintanya Soleha dan Firdaus, yang di beri nama Sabda Firdaus.
Kasih sayang Soleha makin tercermin tergambar ketika dirinya begitu sabar sekali menimang-nimang Sabda, hanya senyuman keyakinan makin tidak luntur dalam hatinya Amak Upit. Bila dirinya tidak salah memilih Soleha, sebagai menantunya.
"Ahhh! Aku mau Amak Upit saja yang datang melamar kamu pada keluarga kamu, Topik! "Tapi'kan aku sudah terlanjur bilang sama Amak Nadia, adiknya Abah Sundu, kalau Amak Nadia saja yang datang menemui Abah dan Amakku" saling bersautan antara Topik dan Tidar di depan teras beranda depan rumah sampai kedengaran kedalam kamar.
"Nanti Amak Upit dan Amak Nadia saja yang datang melamarkan kamu pada Amak dan Abahnya, Topik, Dar" terdengar suara Soleha dari balik jendela dalam kamar.