Perjalanan 25

Aviskha izzatun Noilufar
Chapter #3

#3 BERKEMAS

Menyingkirkan apa yang

perlu disingkirkan,

berkemas untuk kesiapan,

kelengkapan, dan kenyamanan


Kalimat yang dilontarkan Qiya menjadi niatnya dalam menyingkirkan perasaannya pada seseorang. Biarlah tersingkirkan, kalau melupakan hanya kemustahilan. Qiya pernah membaca buku filsafat kebahagiaan dan ia menemukan kalimat, "Jatuh cinta sama bayanganmu sendiri. Nah itu jiwa." Mungkin Qiya harus melakukan itu. Setiap siang atau malam ia temukan bayangan, ia potret, dan kadang berbicara dengan bayangan itu. Bukan bukti stress, tapi bukti kalau Qiya memiliki jiwa. 

Bulan demi bulan berlalu, sementara uang tidak hanya digunakan untuk menabung, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan lain. Setiap bulan Qiya dan Kimyah selalu menyisakan uangnya untuk menabung. Walaupun ada kendala terkadang 1 bulan tidak ada sisa uang untuk menabung terpaksa, Qiya harus dobel menabung di bulan berikutnya. Qiya membuka dompetnya, lalu ia merenung sebentar. Dalam hatinya, "Uangku tinggal sedikit, apa yang harus aku lakukan?" ia sisakan uang dalam dompetnya agar tidak kosong. Kalau dompetnya berisi walaupun sedikit, insyaallah uang itu akan memanggil temannya. Qiya menyisakan uang 20.000 itu di dompet. Uang yang lain iya pegang dan hanya diletakkan di kantong tasnya.

Telah berjalan 4 bulan uang yang terkumpul di tabungan baru setengah, akhirnya Qiya dan Kimyah nekat untuk berangkat. Walaupun uang tabungannya tidak sesuai dengan target yang terkumpul. Sebelum berangkat mereka berdua berkemas. Dari pakaian yang akan dibawa, tas, dan peralatan lainnya. Perjalanan membutuhkan berkemas, berkemas untuk kesiapan, kelengkapan, dan kenyamanan. Hal-hal yang tidak perlu, ia singkirkan. Dengan tujuan, agar praktis dan tidak membawa beban terlalu berat.

Lihat selengkapnya