Membayangkan…
bertemu dengan kemampuan,
keberanian dan keyakinan
untuk membuka kemungkinan baru
untuk memulai
Memulai perjalanan ini sungguh tidak mudah. Membutuhkan bayangan dan tujuan. Tanpa tujuan perjalanan ini tidak akan di mulai. Suhu dingin telah terganti oleh sejuknya kota sejuta bunga. Kota ini adalah kota Magelang. Beneran ada sejuta apa tidak ya bunganya di kota ini?
Ternyata melalui beberapa kota tidak sedekat bayangan di peta maupun google maps. Realitanya yang dekat menjadi jauh. Ini bukan Qiya, tapi perjalanan Qiya. Berhenti pada tugu yang bertuliskan Magelang Kota Sejuta Bunga, mengambil potret dengan kamera hanphone yang tidak bagus itu, sekiranya Qiya dan Kimyah punya tanda bukti kalau pernah singgah di Kota ini. Walaupun hanya lewat dan bilang permisi. Sesi pemotretan ala-ala telah selesai, waktunya melanjutkan perjalanan yang tinggal sebentar lagi akan sampai.
Melalui jalanan berbelok-belok, Qiya berhati-hati dan menyuruh Kimyah dengan jelas membaca Maps. Perjalanan ketiganya ke Jogja kali ini, Qiya sudah mempunyai Surat Izin Mengemudi jadi dia santai tidak gugup dan tidak takut. Ternyata setelah Magelang melewati muntilan, di kira Qiya langsung menuju Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah yang sama sekali tidak pernah Qiya dengar. Qiya bertanya-tanya apakah Muntilan ini kota? Dirasa tidak pernah dengan nama Muntilan. Ia membuka Google, ternyata Muntilan adalah kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tentu Indonesia. Daerah ini bagian Selatan Kabupaten Magelang.
Selamat Datang di Daerah Istimewa Yogyakarta, Qiya dan Kimyah merasakan capek tapi bahagia yang sederhana akhirnya sampai juga. Mereka berdua masih bingung tujuan mana dulu yang mau mereka singgah. Karena masih jam pagi, waktu chek in penginapan belum tersedia. Di atas motor mereka berdua berdiskusi hendak kemana dulu. Sampai mereka menemukan masjid di kiri jalan tapi masuk gang, akhirnya mereka balik arah untuk berhenti di masjid tersebut.
Waktu memang menunjukkan waktu Dhuha. Qiya melaksanakan apa yang telah diistiqomahkan yaitu solat Dhuha, hal ini telah menjadi kebiasaan dari kecil. Ketika tidak melaksanakan solat Dhuha dirasa ada yang kurang atau tertinggal. Di masjid yang sejuk ini, di kelilingi rumah yang tidak biasa rumah. Rumah yang halamannya luas, seperti halaman pesantren pada umumnya. Tapi disini bukan pesantren.