GUBRAAAK!
Mama yang selama ini dia kenal sekuat baja kini terbaring tak berdaya di lantai. Tubuhnya limbung, pingsan tak sadarkan diri seolah nyawanya ikut terbang entah kemana.
Di hadapannya ada Ayah yang selama ini selalu terlihat gagah dan tegar. Tapi kali ini dia duduk lemas dengan bahu yang bergetar . Air mata mengalir deras membasahi pipi lelaki dewasa itu, seolah ada beban dunia yang ditimpakan dipundaknya.
Suasana ricuh. Seorang perawat menghampiri, suara langkah kaki terdengar panik, semuanya terdengar menderu memecah keheningan ruang radiologi kala itu.
Iskandar menatap mereka dengan mata yang masih sayu.
Bingung.
Sangat bingung.