Perjalanan Abadi Sang Masinis Surga

Nurruh Rohmah
Chapter #2

Di Antara Debu dan Mimpi

Hai!

Namaku Iskandar Fahri. 

Aku duduk di bangku kelas 5 MI darul Qur’an.

Disekolah, Lapangan bola adalah tempat favoritku. Saat kaki menyentuh lapangan, duniaku berubah.

“Iskandar! lempar bolanya!” teriak Rafazel, sahabat karibku. 

Bola itu kulempar ke arahnya dengan kedua tanganku. Aku berada di posisi yang tidak selalu di puji, tetapi selalu dibutuhkan.

Kiper. 

Ya, aku adalah kiper dan aku menyukai posisi itu.  

Di bawah mistar gawang, aku berdiri teguh. Menjadi tameng hidup, menangkis segala ancaman, dan berjanji pada diri sendiri... selama aku masih berdiri, gawang ini tak akan pernah goyang ,akan kupastikan tak ada satu pun bola yang berhasil merebut kemenangan dari balik punggungku

Sekolah kami tidak jauh dari stasiun Kosambi. Sesekali klakson dan suara deru kereta yang melaju terdengar. 

Tuuuuttttt....  

Suara klakson kereta api itu terdengar lagi. Membahana, melalui udara menggetarkan dinding jantungku . Seketika perhatianku teralihkan dengan bayangan kabin masinis yang penuh kuasa.

Lihat selengkapnya