Perjalanan Abadi Sang Masinis Surga

Nurruh Rohmah
Chapter #4

Di Dalam Lorong Raksasa

CT scan.

Sebuah nama yang asing, namun kini menjadi bayang-bayang yang tak bisa kuhindari.

Mama, andai aku boleh jujur... aku takut. Ruangan itu, aroma obat yang menyengat, dan semua proses ini membuat hatiku tak nyaman.

Namun dunia seolah tak memberiku pilihan, ia memaksaku untuk menerima kenyataan yang bahkan belum sanggup kupahami sebelumnya.

Anak sekecil aku harusnya sedang berlari bebas, bukan justru menuruti permintaan medis yang tak pernah kupinta.

Kini, tubuh kecilku hanya bisa pasrah, mempersiapkan diri untuk dipasangi beberapa alat yang dingin dan kaku.

Roda brankar berdecit pelan menggelinding di lantai keramik yang dingin, mendorong tubuhku memasuki ruang radiologi. Ruang itu terasa hening namun menakutkan. Berdiri tegak sebuah mesin raksasa berwarna putih perak, dan lubang besar itu menyerupai cincin raksasa yang siap memelukku.

"Iskandar tenang ya, ini hanya sebentar kok," suaranya lembut, perawat itu mencoba untuk menenangkanku.

Sementara tangan-tangan trampil memasang selang infus dan menyiapkan alat bantu napas.

Aku berbaring di atas meja datar yang keras. Dokter menyuntikan anastesi lokal di bagian perut kananku. Rasanya tidak seperti di gigit semut, lumayan perih, lalu area itu mati rasa.

Lihat selengkapnya