Perjalanan Abadi Sang Masinis Surga

Nurruh Rohmah
Chapter #17

Kado Terindah di Rumah Singgah

"Selamat ulang tahun, Iskandar...!"

Sorak bergembira bergemuruh menyambutku. Di depan pintu kak Salma dan teman-teman lainnya sudah berdiri berjejer, menungguku pulang dari rumah sakit.

Hari ini aku genap berusia 12 tahun. Sebuah angka yang berganti di tengah badai perjuangan yang melelahkan.

Melihat senyuman mereka, air mataku pecah. Di atas kursi roda ini, tubuh kecilku yang ringkih tak kuasa menahan gelombang haru yang membuncah di dada.

"Semoga di hari ulang tahun ini Abang Is cepat sembuh, panjang umur, semangat berjuang dan menjadi survivor kanker, dan cita-citanya tercapai, amin...."

Doa tulus ini mengalir dari kak Salma, wanita cantik yang tak pernah lelah menemaniku dan menyuntikan kekuatan ke dalam jiwaku.

"Ayo, sekarang kita potong kuenya!" Seru yang lain.

Dengan tangan yang masih sedikit gemetar, aku memotong kue itu. Suapan pertama dan kedua kuberikan kepada mama dan ayah, kedua malaikat pelindungku.

"Terimakasih, sayang... sehat selalu dan terus semangat ya," bisik mama, mencium keningku. Kami membaur dalam kebahagiaan di hari istimewa ini.

Kak Salma adalah seorang survivor kanker tulang yang telah berjuang selama 16 tahun lamanya. Beliau bukan sekedar pendamping di rumah singgah ini, tetapi juga sosok yang sangat dekat dengan mama, menjadi teladan nyata bahwa kanker bisa dikalahkan.

"Selamat ulang tahun Iskandar! Sehat selalu dann tetap berjuang, ya!" Ucapan dari teman-teman yang lain.

"Terimakasih, semangat ya untuk kita semua!" Senyuman lebar terpancar di wajahku, walaupunasoh tersisa air mata yang menggenang.

Ada rasa bahagia yang menetap di dadaku, karna ulang tahunku masih bisa dirayakan. Namun, di balik senyum itu, kesedihan menyelimutiku. Tubuh kecil ini hanya bisa bersandar di kursi roda.

Tak pernah terbayang aku akan sampai di titik ini.

Lihat selengkapnya