Perjalanan Abadi Sang Masinis Surga

Nurruh Rohmah
Chapter #22

Saat Jiwa Mama Tersesat

"Kamu bajingan."

Ayah tersentak, wajahnya langsung runtuh.

"Apa maksud kamu, ma...?" suaranya gemetar. Kakinya melangkah mendekat, tangannya terulur, ingin menyentuh bahu wanita yang berada di depannya.

Namun mama mundur dengan cepat. Tatapannya berubah tajam, penuh curiga.

"Jangan sentuh aku!" Tatapannya tajam, meski ketakutan tak bisa sembunyi dari wajahnya. Dengan suara dan tangan yang gemetar hebat, ia menunjuk ke arah ayah.

"Kamu siapa?!" mama melanjutkan.

Seperti bom yang meledak, mencabik-cabik ruangan ini.

Ayah terpaku.

Aku melangkah maju setengah langkah aku bimbang, berusaha keras mencerna kekacauan yang baru saja terjadi di depan mataku.

"Mama... ini aku."

Mama menoleh.

Tatapan itu kosong, tidak ada cahaya.

Ia kembali menatap ayah. Sorot matanya begitu tajam dan menusuk, meski air mata kini terlanjur pecah dan berlinang membasahi pipinya.

"Pergi!" Jeritnya histeris. Namun tatapan tajamnya tak sedikitpun lepas dari ayah.

Duniaku hancur, aku seperti mati bahkan sebelum penyakitku ini membunuhku.

Aku ingin berteriak. Aku ingin menangis. Tapi tubuhku membeku.

Lihat selengkapnya