Perjalanan Abadi Sang Masinis Surga

Nurruh Rohmah
Chapter #23

Sepasang Obat Kehidupan

Kukira, pertemuan mama dan adik-adikku hari itu akan mengobati rasa rindunya. Kupikir, pelukan kecil mereka cukup untuk menambal separuh jiwanya yang koyak.

Nyatanya, aku salah.

Rindu itu tidak sembuh, melainkan pecah.

Di balik pintu kamar yang tertutup rapat, aku tahu mama sedang runtuh. Bukan perlahan tapi hancur lebur. Rindu yang ia simpan selama berbulan-bulan ternyata terlalu berat untuk di tanggung sendirian.

Terlalu dalam.

Terlalu lama di pendam.

Dadaku sesak. Aku bisa merasakan jeritannya meski tanpa suara. Bisik-bisik mulai menyusut seperti racun.

Mereka yang menyebut diri keluarga mulai berkata pelan-pelan, seolah takut di dengar Tuhan:

Dia sudah kehilangan akal

Dia depresi... Dia kurang iman

Dia harus di bawa ke rumah sakit jiwa...

Air mataku menetes tanpa di cegah. Amarah dan ketakutan bercampur menjadi satu di dalam dadaku. Kalimat-kalimat itu menamparku lebih keras dari penyakit yang sedang menggerogoti tubuhku.

Tidak... tidak boleh...

Mama tidak gila!!

Lihat selengkapnya