Perjalanan Abadi Sang Masinis Surga

Nurruh Rohmah
Chapter #25

Happy Wish Day Iskandar

Senin, 25 November 2024.

Ini bukan sekedar hari biasa, ini adalah hari yang istimewa! Matahari terbit dengan kilau yang berbeda, seolah membawa pesan khusus dari semesta.

"Hari ini adalah hari milikmu Iskandar!"

Di depan cermin yang telah lama menjadi saksi bisu hari-hari kelabuku. Aku berdiri tegak, bayangan anak kecil yang dulu pucat dan lemah akibat hantaman kemoterapi kini telah memiliki cahaya baru. Yang terpantul adalah sosok anak laki-laki gagah perkasa, berbalut seragam masinis putih yang begitu berwibawa.

Aku menyentuh setiap bagiannya, tanganku terhenti di dada yang tersemat di sana. Logam itu berkilau indah, seolah berbisik:

"Kamu sudah pantas, Iskandar."

Bintang itu bukan sekedar hiasan, ia adalah bukti dari air mata, untaian doa, dan penantian panjang yang melelahkan.

Di depan cermin ini, aku melupakan tajamnya jarum suntik, bahkan obat yang kuminun pagi ini rasanya manis!

Seragam masinis adalah zirah seorang pejuang. Zirah yang melindungiku dari rasa sakit dan menutupi segala letih dengan kegagalan yang telah kuubah menjadi kemenangan.

Mama menghampiriku dengan membawa topi kebanggaan yang selama ini aku impikan. Dengan tangan lembutnya yang bergetar, ia memakaikan topi itu di kepalaku. Tatapannya penuh rasa haru dan bangga. Tak bendung, air matanya menetes, namun kali ini, itu adalah air mata kebahagiaan murni yang tak mampu dilukiskan dengan kata-kata.

Sambil menegakkan kepala dan tersenyum lebar, aku bertanya, "Aku ganteng kan, ma?"

"Iya, anak mama ganteng sekali..." Ucapnya sambil mengangguk.

Suaranya nyaris tak terdengar, tercekat oleh rasa haru yang membuncah dan air mata yang terus mengalir deras. Ia menggenggam erat lenganku, seolah menyalurkan seluruh rasa bangganya.

"Selamat ya, sayang. Perjuangan kerasmu selama ini akhirnya telah menemukan keindahan," sambungnya berbisik.

Aku menatap wanita hebat di depanku, dengan rasa syukur yang mendalam. "Ini semua berkat doa mama... terima kasih ya, ma. Selalu mendoakan aku tanpa henti."

Mendengar itu Mama langsung memelukku dengan erat dan menciumku dengan kasih sayang. Sebuah pelukan hangat yang merayakan kemenangan atas segala peluh dan air mata kami selama ini.

Di rumah singgah, suasana mendadak riuh dan penuh haru. Mata-mata yang biasanya redup kini bersinar terang.

"Iskandar tampan sekali!" Puji salah satu seorang ibu.

Di halaman lantai satu, langkahku tak lagi terseret oleh kursi roda. Ada kekuatan baru yang mengalir deras dari bumi langsung ke telapak kakiku. Di sana, mama berdiri tegak di depanku. Bagiku, ia adalah wanita tercantik di dunia. Air matan yang jatuh di pilinya, hari ini bukan lagi air mata duka, melainkan embun kebahagiaan yang murni.

Sambutan Hangat di Stasiun Kota:

Mobil perlahan berhenti di Stasiun Kota. Detik itu suasana mendadak senyap, seolah dunia menahan napasnya demi menyambut sang pejuang mimpi.

Begitu pintu mobil terbuka, jantungku berdegup kencang. Aku terpaku di tempat. Di hadapanku pemandangan luar biasa tersaji. Orang-orang hebat dari Make-A-Wish® Indonesia, PT KAI Indonesia dan PT Kereta Comuter Indonesia Sudah siap untuk menyambutku.

Lihat selengkapnya