Perjalanan Abadi Sang Masinis Surga

Nurruh Rohmah
Chapter #34

Kebahagiaan yang Kupilih

Sudah sebulan lamanya aku menghabiskan waktu di rumah, rasanya bahagia sekali dan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kali ini, Mama pergi ke Jakarta sendirian hanya untuk mengambil resep obat

Sejak kami kembali dari rumah sakit, ada sesuatu yang berubah.

Bukan pada penyakitku.

Tetapi pada cara Mama memandangku.

Selama ini, setiap keputusan selalu diambil oleh Mama. Aku hanya mengikuti. Saat harus disuntik, diinfus, dipindahkan ke rumah sakit, atau menjalani prosedur & kemoterapi apapun, aku tidak pernah benar-benar tahu apa yang sedang diputuskan. Tugasku hanya satu: menurut.

Pagi itu, untuk pertama kalinya, Mama duduk di sampingku tanpa membawa obat ataupun jadwal berobat. Beliau hanya menggenggam tanganku cukup lama, seolah sedang mengumpulkan keberanian.

“Bang...” ucapnya pelan.

“Kalau kali ini Mama bertanya... Abang maunya bagaimana?”

Aku menatap wajahnya cukup lama.

Pertanyaan sederhana itu membuat dadaku terasa sesak. Selama ini, itulah yang selalu kuharapkan.

Didengar.

Aku menarik napas perlahan.

“Ma...”

“Aku ingin tinggal di rumah lebih lama.”

“Aku ingin bersama Mama, Ayah, Najwa dan khairan.”

“Itu saja.”

Mama menundukkan wajahnya. Air matanya jatuh tanpa suara.

Mama tahu apa arti keinginanku.

Lihat selengkapnya