Perkumpulan Hantu Penasaran

Marindya
Chapter #19

Akhir Perjalanan Hantu-Hantu Penasaran

Malam itu, suasana di ruang tengah rumah Andre terasa hening. Arya duduk di hadapan ayahnya yang sedang mengaduk kopinya yang mulai dingin di dalam cangkir.

"Pak," panggil Arya pelan, memecah keheningan yang menguasai ruangan itu. "Mbah Tohar masih sering mampir ke mimpi Arya."

Mendengar itu, gerakan tangan Andre terhenti seketika. Ia mendongak, menatap putranya dengan dahi berkerut cemas. "Lho? Kan tali pocongnya udah dipotong, Ya? Kok masih mampir?"

"Iya, Pak. Tapi beda sama kemarin," lanjut Arya, mencoba menyusun kata-katanya dengan hati-hati. "Mbah Tohar di mimpi kali ini nggak marah-marah lagi. Dia cuma berdiri di pojokan, terus nangis sesenggukan. Kayak orang yang hatinya hancur banget karena punya utang yang belum lunas. Mbah Tohar punya utang apa ya, Pak?"

Andre mendesah panjang. Pria paruh baya itu menyandarkan punggungnya ke sofa, menatap langit-langit rumah dengan mata yang berkaca-kaca. Memori puluhan tahun lalu kembali berputar pelan di kepalanya.

Lihat selengkapnya