Perkumpulan Hantu Penasaran

Marindya
Chapter #20

Epilog

Suasana di rumah Andre dipenuhi oleh lantunan ayat-ayat suci dari beberapa orang yang datang. Andre dan Arya menggelar acara doa bersama, mengundang bapak-bapak warga sekitar untuk mendoakan almarhum Pak Tohar, Tinah, serta janin di kandungannya yang tak sempat dilahirkan. Saat ustaz sedang mencatat daftar nama-nama almarhum yang akan dibacakan doanya di atas lembaran kertas, Arya menyikut lengan ayahnya pelan.

"Pak," bisik Arya. "Titip dua nama lagi dong."

Andre mengerutkan dahi. "Nama siapa lagi, Ya? Keluarga kita kan cuma Mbah Tohar."

"Tolong selipin nama Kinarsih sama Bagas," kata Arya mantap. "Arya pernah nemu nama mereka di arsip koran lama pas nyari data kerusuhan sembilan puluh delapan. Mereka warga yang sewa salah satu rumah Mbah Tohar juga dulu, Pak."

Andre memicingkan matanya, menatap putranya dengan penuh curiga. "Kamu masih sering bikin konten horor dan berinteraksi sama hantu-hantu ya, Ya?!"

Arya buru-buru menggelengkan kepala dengan wajah polosnya. "Enggak, Pak! Sumpah! Cuma nemu di koran aja!"

Andre menghela napas panjang. Meski curiga, hati kecilnya menyuruhnya untuk mengangguk. Saat menyerahkan lembaran kertas ke ustaz, Andre sendiri yang menuliskan nama Bagas dan Kinarsih di samping nama bapaknya, menyertakan dua jiwa yang hilang itu ke dalam aliran doa malam itu.

Lihat selengkapnya