Permainan Mematikan: Narsistik

Komandala Putra
Chapter #3

Bab 3: Petunjuk

Darwin menunjuk tulisan itu. "Itu petunjuknya.”

Setyo mengangkat dadanya sedikit—rantai di tengkuknya ikut berderak pelan.

Helen membenarkan rambutnya dengan gerakan cepat. "Tulisannya pas ada di belakang gua.”

Ia melirik Rasmi—tatapannya menyapu dari atas ke bawah, singkat. Lalu, ia melirik Citra dengan cara yang sama—lebih lama.

Citra melihat jari Helen bergetar sesaat sebelum kembali tenang.

Darwin membetulkan kacamatanya. Bahunya sedikit condong ke depan. "Eksperimen sosial.” Ia tidak menatap siapa pun saat mengucapkannya. Nada suaranya datar, seperti penjelasan teknis.

Helen mendengus pelan, lalu merapikan kerah bajunya.

Setyo menghembuskan napas pendek—nyaris seperti tawa, terhenti di tenggorokan.

Citra memiringkan kepala. "Apa tujuannya, Prof?"

Darwin menunjuk tulisan itu lagi. "Sesederhana itu.”

Citra menahan diri untuk tidak mengangguk. Nada Darwin terdengar meyakinkan—terlalu meyakinkan—dan justru itu yang membuatnya ragu.

Rasmi mengernyitkan dahi.

Citra menelan ludah. Tenggorokannya terasa kering. "Kalau itu benar, siapa yang mungkin melakukan ini?"

Darwin menatap langit-langit. "Ada beberapa possibilities. Salah satunya... pemerintah.” Ia menoleh ke arah Novan. Alisnya sedikit menyatu, kacamatanya berkilat di bawah lampu.

Novan memegang karet di leher—menatap Darwin tanpa bicara.

"Sekarang nggak penting siapa pelakunya,” kata Harto tiba-tiba. “Yang penting sekarang, kuncinya ada di meja—"

"Tadi gua mau ngambil kuncinya!" sela Aries.

"Tapi jangan bahayain orang lain!" Harto menatap Aries, tajam.

Aries mengepalkan tangan, rahangnya mengeras.

Rasmi mengangkat tangan lagi—ragu-ragu.

Lihat selengkapnya