Permainan Mematikan: Narsistik

Komandala Putra
Chapter #9

Bab 9: Bahasa Asing

Citra membuka mulut, ingin lanjut bicara pada Setyo—

“Kak,” kata Rasmi tiba-tiba.

Citra menoleh ke Rasmi.

“Itu.” Rasmi menunjuk tulisan hitam tebal di dinding, letaknya tinggi.

צעד באפלה מגלה את הדרך

Citra dan yang lain menoleh ke arah yang ditunjuk.

Citra mendekat setengah langkah, memiringkan kepala, mencoba mengenali pola—apa pun.

“Itu ada lagi,” sambung Rasmi, sambil menunjuk dinding di seberangnya.

Citra dan yang lain melihat ke arah yang ditunjuk.

Вес — не кровь. Твоя жертва не обязательно драма.

Citra memperhatikan tulisan itu sambil mengernyitkan dahi. Lalu, tanpa sadar ia menoleh ke arah Darwin.

Tubuh itu masih di sana. Bersandar. Diam. Tidak memberi apa pun kembali.

Citra menahan napas sejenak, lalu menghembuskannya perlahan. Ada refleks yang gagal terpenuhi—seperti menunggu seseorang mengisi jeda dengan penjelasan singkat, teori cepat, atau bahkan komentar sinis yang meremehkan semua ini.

Citra menunjuk tulisan bahasa asing tersebut. “Ada yang bisa baca?”

Citra menoleh ke sekeliling. Tak ada yang menjawab.

Aries melihat Helen cemberut. “Sensitif banget sih. Gitu aja marah.”

Helen hanya diam—wajahnya tetap cemberut.

Rasmi yang semula menunduk mengangkat wajah dan menunjuk tulisan “Вес — не кровь. Твоя жертва не обязательно драма.”

“Yang itu bahasa Rusia, Kak,” katanya. “Aku pernah belajar sebentar, tapi berhenti karena terlalu susah.”

Tangan Rasmi turun. “Kata terakhirnya …” ia berhenti, menelan ludah, “... bacaannya ‘drama’.”

Lihat selengkapnya