Permainan Simulasi : Tanpa Ingatan

Princess Cindy
Chapter #4

#4 The Validated

​Matahari Distrik Timur baru saja naik ke puncak cakrawala, menyinari gudang logistik yang kini terasa terlalu sempit bagi potensi yang dimiliki Kaivan. Zarven berdiri di ambang pintu, memperhatikan keponakannya yang sedang mengunci peti muatan dengan ketelitian yang nyaris sempurna.

​"Kaivan," panggil Zarven lembut.

​Kaivan menoleh, memberikan senyum tenang. "Ya, Paman?"

​"Dunia ini sedang sakit, dan kejujuran telah menjadi barang purba yang sulit ditemukan. Tapi kau... kau memiliki modal yang tidak bisa dibeli dengan koin virtual manapun: keberanian, tanggung jawab, dan integritas yang mutlak. Aku rasa sudah waktunya kau membangun benderamu sendiri. Bangunlah jasa logistikmu, pimpinlah dengan namamu."

​Kaivan terdiam sejenak, menatap telapak tangannya. Ia tahu ini bukan sekadar bisnis. Ini adalah amanah. "Aku akan melakukannya, Paman. Bukan untuk mencari keuntungan, tapi untuk memastikan setiap hak sampai kepada pemiliknya. Namun aku harap paman berkenan membimbingku, karena aku bukan apa-apa tanpamu."

"Tentu saja aku akan selalu berdiri di belakangmu, tapi aku sangat yakin, bahkan tanpaku, kamu bisa jauh lebih sukses, karena semua orang di penjuru distrik ini pun sudah tahu bagaimana kinerjamu."

Kaivan pun perlahan membangun "The Link", sebuah jasa logistik sederhana miliknya sendiri.

​Di sisi lain kota, di dalam menara kaca yang memantulkan langit simulasi yang kelabu, Shafia duduk menatap peta distribusi digital yang penuh dengan tanda merah, indikator kegagalan pengiriman akibat sabotase dan korupsi. Sebagai distributor tersukses, ia memiliki segalanya, kecuali satu hal: mitra yang bisa ia percayai sepenuhnya.

​"Anisa," panggil Shafia tanpa mengalihkan pandangan dari layar. "Sistem kita sedang diracuni oleh para kurir yang bermata duitan. Aku butuh seseorang yang tidak memiliki harga untuk integritasnya. Apa kau punya nama?"

Lihat selengkapnya