Blurb
Prasetya Wirawan (Sang Dewa Logika) dan Arini Prameswari (Sang Jenderal Digital) tidak berperang menggunakan piring terbang atau tangisan histeris. Mereka saling menghancurkan menggunakan akses smart home, mutasi rekening tersembunyi, dan algoritma media sosial.
Di mata publik, mereka adalah potret keluarga elit ibu kota yang sempurna. Di balik pintu Blok Mawar, mereka adalah dua predator egois yang saling menyandera karier dan reputasi demi memenangkan trofi perceraian yang paling menguntungkan. Patriarki absolut berbenturan dengan feminisme komersial, dan kehancuran adalah satu-satunya jalan keluar.
Namun, dalam obsesi untuk saling menghancurkan dan meraih kemerdekaan finansial, Prasetya dan Arini melupakan satu hal penting.
Mereka lupa bahwa ketika dua monster sibuk membakar rumah mereka sendiri, selalu ada entitas lain yang duduk diam di sudut ruangan. Mengamati. Mencatat. Menyerap setiap manipulasi dan kebohongan mereka. Dan entitas itu bersiap untuk menunjukkan kepada mereka... siapa predator yang sesungguhnya.
Pernikahan bahagia mereka adalah sebuah ilusi. Namun perceraian bahagia mereka... adalah awal dari mimpi buruk yang tidak pernah mereka perhitungkan.