PERNIKAHAN BAHAGIA 1.0 - Bug Detected

PapaDi_YSELnury
Chapter #19

Bab 19

Pukul 13.00 WIB. Empat jam setelah Prasetya meninggalkan Sekolah Dasar Global Excellence.

Bagi Arini Prameswari, penampilan visual bukanlah sekadar gaya hidup; itu adalah senjata taktis. Saat menerima pesan WhatsApp dari Miss Tika yang memintanya datang ke sekolah, Arini langsung menyadari bahwa ia sedang memasuki zona krisis. Sesuatu telah terjadi pada Reno. Namun alih-alih panik layaknya ibu pada umumnya, otak ENTJ Arini langsung menyusun kurasi citra.

Ia tidak datang ke sekolah mengenakan blazer terracotta yang ia pakai saat pemotretan "Janda Tangguh" kemarin. Itu terlalu dominan. Ia juga tidak memakai tas Hermes Birkin-nya.

Arini memilih kemeja linen berwarna putih gading yang sengaja digulung lengannya hingga siku, dipadukan dengan celana kulot berwarna khaki. Ia menghapus lipstik merahnya, menggantinya dengan pelembap bibir berwarna pucat. Rambutnya ia ikat ke atas dalam gaya messy bun (cepol acak) yang terlihat seolah ia mengikatnya terburu-buru, padahal butuh waktu lima belas menit di depan cermin untuk membuatnya terlihat "berantakan secara estetis".

Ini adalah persona 'The Struggling Mother'—Ibu yang lelah, tertekan, namun berusaha tetap kuat. Baju zirah yang sempurna untuk memancing simpati.

Arini mengetuk pintu kaca bertuliskan Student Counseling & Development Room dengan lembut, lalu mendorongnya perlahan.

Miss Tika sedang duduk di balik meja, memijat pelipisnya. Wajah guru muda itu tampak sangat kelelahan, seolah baru saja selamat dari badai kategori lima. Saat melihat Arini masuk, raut wajah Tika seketika berubah. Ada kelegaan yang luar biasa di matanya, seperti melihat perahu penyelamat setelah kapalnya ditenggelamkan oleh Prasetya.

"Miss Tika? Maaf saya baru bisa datang siang ini. Jadwal meeting saya sangat padat," sapa Arini dengan suara yang diatur setengah oktaf lebih rendah dari biasanya, memberikan kesan lelah yang otentik.

"Tidak apa-apa, Mama Reno. Silakan duduk," Tika segera berdiri dan menyambut Arini. Ia bahkan menawarkan segelas air mineral yang langsung diterima Arini dengan senyum tipis yang rapuh.

Arini duduk di kursi yang beberapa jam lalu diduduki suaminya. Ia meletakkan tote bag kanvas sederhananya di pangkuan.

"Ada apa dengan Reno, Miss? Pesan Anda terdengar sangat mendesak," tanya Arini, mencondongkan tubuhnya ke depan, menampilkan gestur seorang ibu yang cemas.

Tika menarik napas panjang. Ia sepertinya masih trauma dengan pertemuannya pagi tadi. Dengan suara yang jauh lebih hati-hati, Tika menceritakan insiden "Pensil Biru dan Kartu Pokémon" yang terjadi kemarin. Tika menceritakan bagaimana Reno memanipulasi kepanikan Kenzo, dan bagaimana Reno memiliki buku catatan hutang (ledger) yang mencatat semua transaksi pemerasan halusnya terhadap teman-teman sekelas.

Mendengar cerita itu, di dalam kepala Arini, sebuah mesin analitik bekerja dengan kecepatan kilat.

Reno menyewakan pensil? Menyita mainan sebagai jaminan? Arini membatin. Selama tiga detik, ada secercah rasa ngeri yang nyata menyelinap di hatinya. Anaknya yang baru berusia tujuh tahun telah menyalin seluruh Operating System Prasetya dengan tingkat akurasi seratus persen. Reno telah menjadi miniatur dari sang Dewa Logika. Kengerian itu nyata.

Namun, rasa ngeri itu segera disingkirkan oleh naluri Survival Arini. Ini bukan waktunya untuk menjadi ibu yang merasa gagal. Ini adalah waktunya untuk mengapitalisasi momentum. Prasetya dan pengacara mahalnya, Baskoro, sedang menyerangnya dengan somasi aset mikro. Arini butuh amunisi untuk narasi "KDRT Psikis"-nya. Dan kelakuan sosiopatik Reno ini adalah hadiah dari semesta.

"Tadi pagi, Pak Prasetya sudah datang ke sini, Bu Arini," lanjut Tika, suaranya sedikit bergetar karena emosi yang kembali naik. "Saya menunjukkan buku catatan itu kepadanya. Saya berharap beliau akan menasihati Reno. Tapi... tapi suami Ibu justru membela perbuatan Reno. Beliau menyebutnya 'Kecerdasan Finansial Dini'. Beliau menyamakan ruang kelas ini dengan pasar bebas, dan... dan beliau membawa pergi buku catatan itu sambil mengancam akan melaporkan saya ke yayasan jika saya menghukum Reno."

Lihat selengkapnya