KATA PENUTUP: LAPORAN HASIL AUDIT AKHIR
Jika Anda sampai di halaman ini dan merasa gerah, marah, atau diam-diam berkeringat dingin karena melihat pantulan diri Anda sendiri di meja makan Prasetya dan Arini—selamat. Itu artinya sistem pendeteksi bug di dalam kepala Anda masih berfungsi dengan baik.
Bagi Anda yang sepanjang membaca buku ini sibuk membela Prasetya dan menyalahkan Arini, atau sebaliknya, sibuk mengagungkan kemandirian Arini dan mengutuk arogansi Prasetya—Anda baru saja masuk ke dalam jebakan denial yang sengaja saya rancang. Anda tidak sedang membela karakter fiksi; Anda sedang mati-matian membela ego, kegagalan, dan ideologi Anda sendiri yang mungkin sama rusaknya dengan mereka.
Novel Pernikahan Bahagia 1.0: Bug Detected tidak pernah ditulis untuk menghibur Anda di kala senggang. Naskah ini adalah sebuah Dokumen Likuidasi.
Selama ini, literatur domestik kita terlalu puitis dalam mendefinisikan perpisahan. Kita sibuk menyalahkan orang ketiga, mertua yang kejam, atau kemiskinan. Melalui naskah ini, saya—sebagai penulis dan auditor narasi—ingin membedah kengerian yang jauh lebih senyap dan nyata: Kehancuran Sistemik akibat Logika Kelas Menengah Urban.
Visi saya sederhana: Saya ingin menelanjangi ilusi kebahagiaan modern. Saya ingin menunjukkan bahwa saat ini, banyak pernikahan tidak lebih dari sekadar Perseroan Terbatas (PT) yang beroperasi menggunakan dana utang Paylater demi menjaga SOP gengsi di mata algoritma.